SUARARAKYAT.info || Jakarta-Suasana penuh semangat kebangsaan mewarnai pelataran Gedung Joang 45, Cikini, Jakarta Pusat, ketika lebih dari 500 tokoh nasional, jurnalis, dan aktivis berkumpul dalam Forum Dialog Kebangsaan Bela Negara dan Pancasila UUD 1945. Acara bertajuk “Bedah Kasus Krusial, Fantastis dan Fenomenal” ini diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Anti Korupsi Nasional dan Penyelewengan Aparatur Negara serta Aset Negara (GAKORPAN), dipimpin langsung oleh Dr. Bernard BBBBI Siagian, SH., M.Akp.
Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah tokoh dan aktivis nasional, di antaranya Dr. Agip Supendi, SH., MH, Dr. Kristianto Manullang, SH., MH, Bunda Tiur Simamora Tokoh Perempuan Nasional sekaligus jurnalis PPWI yang dikenal dengan gerakan Sipending Emas serta Bunda Tri Haryati, penggagas Klinik Bekam GAKORPAN. Hadir pula Dr. Moses Waimuri, SH., M.Th, Ketua Aliansi Papua Bersatu NKRI; Rusman Pinem, S.Sos, Ketua Relawan Rumah Besar Prabowo-Gibran 08; dan Dr. John Tampubolon, SE., MM, Ketua Umum Sarjana Pancasila serta Ratu Prabu 08.Selasa (21/10/2025)
Forum ini menjadi ajang apresiasi besar terhadap langkah tegas Kejaksaan Agung Republik Indonesia di bawah pimpinan Prof. Dr. Sanitar Burhanuddin, SH., MH, yang secara resmi menyerahkan uang hasil sitaan kasus korupsi sektor CPO (Crude Palm Oil) kepada Menteri Keuangan Dr. Purbaya Yudi Sadewa. Jumlah dana yang dikembalikan kepada negara tidak tanggung-tanggung mencapai Rp 13.255.244.538.149,00 atau lebih dari tiga belas triliun rupiah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyerahan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto bersama jajaran kementerian terkait. Tindakan ini dipandang sebagai bukti nyata komitmen pemerintahan Prabowo dalam menegakkan prinsip zero tolerance terhadap korupsi, sejalan dengan semboyan tegasnya:
“Satu rupiah pun uang negara yang dikorupsi akan dikejar, bahkan hingga ke Antartika.”
Kebijakan tegas itu kini mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat sipil, termasuk aktivis anti-rasuah, kalangan akademisi hukum, dan mahasiswa Fakultas Hukum UKI seperti Debby Grace dan Anggun, yang dalam forum ini turut menegaskan pentingnya membuka “tabir siluman kera putih dan tikus berdasi” metafora bagi para koruptor yang merampok kekayaan negara dari balik jabatan dan kekuasaan.
Acara dibuka secara khidmat oleh Dr. Bernard Siagian dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Bagimu Negeriku, diikuti seluruh peserta yang berdiri penuh semangat. Dalam sambutannya, Bernard menekankan bahwa perjuangan GAKORPAN bukan sekadar slogan, tetapi sebuah gerakan moral untuk menyelamatkan aset bangsa dari tangan-tangan kotor yang menyalahgunakan kewenangan.
“Gerakan anti korupsi harus sampai ke akar-akarnya. Tidak boleh ada kompromi terhadap siapapun yang merusak negara, baik di pusat maupun daerah, di kementerian atau di BUMN,” tegasnya.
Sementara itu, Dr. John Tampubolon, SE., MM, Ketua Umum Sarjana Pancasila, menyoroti bahaya korupsi yang kian mengakar dari hulu hingga hilir terutama di sektor strategis seperti PLN, Pertamina, PT Timah, dan industri nikel. Menurutnya, korupsi bukan hanya tindak kejahatan ekonomi, melainkan juga bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai Pancasila dan amanat konstitusi.
Dalam sesi dialog terbuka, Dr. Agip Supendi, SH., MH dan Dr. Kristianto Manullang, SH., MH, selaku praktisi hukum berintegritas, menyampaikan pandangan mendalam tentang pentingnya kepemimpinan nasional yang kuat, bersih, dan tidak mudah diintervensi oleh kepentingan kelompok.
Mereka menilai bahwa berbagai aksi demonstrasi krusial yang marak akhir-akhir ini sebagian besar adalah hasil provokasi dan rekayasa politik dari kelompok mafia dan oligarki yang merasa tersudut oleh langkah tegas pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
“Mereka yang dulu bersembunyi di balik kekuasaan kini gentar. Mereka tak punya pilihan selain menciptakan kegaduhan demi menyelamatkan diri,” ujar Dr. Kristianto tegas.
Para tokoh dalam forum ini sepakat bahwa figur Presiden H. Prabowo Subianto adalah sosok pemimpin dengan karakter kesatria tahan uji, pantang menyerah, dan memiliki jiwa patriot sejati. Meski pernah mengalami lika-liku politik dan cobaan berat, Prabowo dinilai tetap teguh memegang prinsip bela negara dan menjaga marwah konstitusi.
Momentum keberhasilan pengembalian dana negara sebesar Rp 13 triliun itu menjadi simbol nyata dari arah baru pemerintahan Prabowo menuju pencapaian visi besar ASTACITA Arah Strategis Pembangunan Indonesia 2045, yakni mewujudkan Indonesia yang maju, bersih, berdaulat, dan berkeadilan.
Para tokoh yang hadir satu suara memberikan dukungan penuh kepada Kejaksaan Agung, KPK, Tipikor, dan Bareskrim Polri untuk melanjutkan langkah-langkah hukum tanpa pandang bulu.
(Spp Gakporkan, Dr. Bernard Siagian)














