SUARARAKYAT.info||Pekalongan – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyerukan agar mahasiswa tidak hanya berhenti pada tataran diskusi dan teori, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan pertanahan yang selama ini menjadi sumber ketimpangan sosial di masyarakat.rabu (15/10/2025)
Ajakan tersebut disampaikan Nusron dalam kegiatan pelepasan 500 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Ekoteologi dan Pertanahan. Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian ATR/BPN dengan UIN Pekalongan, yang menekankan pendekatan ekologis dan keagamaan dalam menyelesaikan persoalan agraria.
“Kami tidak hanya ingin mahasiswa urun rembuk, tapi juga urun karya dan urun tangan. Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton dalam masalah pertanahan yang begitu kompleks ini,” tegas Nusron Wahid di hadapan ratusan peserta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, mahasiswa memiliki potensi besar sebagai agen perubahan, terutama dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pendaftaran tanah wakaf dan rumah ibadah, yang selama ini masih banyak belum memiliki sertifikat resmi. Nusron menyebut bahwa legalitas tanah wakaf menjadi salah satu isu krusial yang sering menimbulkan konflik sosial dan sengketa di tingkat lokal.
“Masih banyak tanah wakaf, pesantren, dan rumah ibadah yang belum terdaftar secara hukum. Ini harus kita bantu. Dengan semangat KKN Tematik, mahasiswa bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat agar hak-hak atas tanah mereka jelas dan terlindungi,” tambahnya.
KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan ini juga diharapkan menjadi wadah untuk mengasah kepedulian mahasiswa terhadap isu keadilan agraria dan keberlanjutan lingkungan. Melalui kegiatan di lapangan, para mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan masyarakat desa, melakukan pendataan, sosialisasi, serta membantu percepatan sertifikasi tanah wakaf.
Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ATR/BPN atas dukungan dan sinergi yang diberikan. Ia menilai, program ini sejalan dengan visi kampus dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan semangat pemberdayaan.
“Mahasiswa kami tidak hanya belajar teori di kelas, tapi juga memahami kenyataan hidup di masyarakat. Melalui KKN Tematik ini, mereka akan belajar bagaimana ilmu dan nilai agama diterapkan untuk memperjuangkan keadilan sosial,” ujarnya.
Program KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan ini akan dilaksanakan di berbagai wilayah di Jawa Tengah, dengan fokus utama pada pendataan aset wakaf, pendaftaran rumah ibadah, serta edukasi pertanahan berbasis ekoteologi.
Bagi Nusron Wahid, kolaborasi semacam ini adalah langkah nyata dalam membangun kesadaran kolektif bahwa reforma agraria bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa, termasuk perguruan tinggi dan mahasiswa.
“Keadilan agraria adalah fondasi dari kesejahteraan rakyat. Kita tidak boleh menutup mata terhadap ketimpangan kepemilikan tanah dan persoalan hukum yang menjerat tanah-tanah umat. Mahasiswa harus hadir sebagai penyambung lidah keadilan itu,” tutup Nusron.
(Frd)














