Dugaan Pencurian di Pemakaman Thionghua Kampung Baru: 15 Sak Semen Raib, Warga Desak Poskamling Dihidupkan Kembali

- Penulis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 05:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Selatpanjang-Aksi pencurian kembali mengguncang warga Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kali ini, pelaku tak segan-segan menyasar lokasi yang tak lazim: area pemakaman Thionghua di Kampung Baru, tempat suci bagi warga penganut agama Buddha dan Konghucu.

Peristiwa ini terjadi pada 22 September 2025 sekitar pukul 19.00 WIB. Menurut keterangan Sugiyanto, selaku Sekretaris Yayasan Ummat Beragama Buddha Kampung Baru, sebanyak 15 sak semen yang disiapkan untuk pembangunan fasilitas pemakaman hilang digondol maling.

“Pelaku diduga menggunakan kaos putih dan membawa senter. Semua terekam kamera CCTV di sekitar lokasi. Ada 15 sak semen yang hilang,” ujar Sugiyanto kepada awak media, Sabtu (11/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sugiyanto menambahkan, material tersebut merupakan sumbangan warga yang hendak digunakan untuk membangun sarana pendukung di kawasan pemakaman. Ia menyebut kejadian ini sangat memprihatinkan, sebab selain merugikan secara materi, juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual.

“Semen itu untuk pembangunan fasilitas pemakaman, bukan untuk kepentingan pribadi. Kami sangat prihatin dengan kejadian ini,” ucapnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, Camat Tebing Tinggi, Husni Mubarak, S.Ag., M.Pd., turut menyoroti maraknya aksi pencurian yang akhir-akhir ini mengganggu ketenteraman masyarakat. Ia menghimbau agar masyarakat kembali mengaktifkan pos keamanan lingkungan (Poskamling) untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

READ  Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Berikan Pengecatan Akhir untuk MCK yang Lebih Indah

“Kami mengimbau agar warga kembali menghidupkan ronda malam dan poskamling. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tegas Husni Mubarak.

Kepedulian juga datang dari Ramlan CPLA, tokoh masyarakat Meranti yang tinggal di Kampung Baru. Ia menyatakan rasa sedih dan kecewa atas peristiwa tersebut, sembari mengingatkan generasi muda agar menjauhi pergaulan negatif yang berpotensi menjerumuskan mereka pada tindak kriminal.

“Kita semua sedih dengan kejadian ini. Kepada anak-anak muda, jauhilah pergaulan buruk, apalagi narkoba. Dari situlah sering muncul perbuatan yang merugikan banyak orang,” ujar Ramlan.

Menariknya, meski sudah memiliki rekaman CCTV dan mengetahui ciri-ciri pelaku, pihak yayasan belum membawa kasus ini ke ranah hukum. Sugiyanto mengaku masih mengedepankan sikap memaafkan dan berharap pelaku menyadari kesalahannya.

“Kita maafkan pelaku, dan sejauh ini kita belum melaporkan ke Polres Kepulauan Meranti. Namun kalau kejadian seperti ini terulang lagi, kita akan laporkan ke pihak berwajib,” tegasnya.

Peristiwa pencurian semen di area pemakaman Thionghua ini menambah daftar panjang kasus kejahatan kecil yang mulai marak di daerah tersebut. Warga berharap aparat bersama masyarakat dapat memperkuat pengawasan dan menumbuhkan kembali rasa tanggung jawab sosial agar lingkungan tetap aman dan kondusif.

(MP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Libur Panjang, HKA Rampungkan Pemeliharaan Aspal Tol Kayu Agung – Palembang Untuk Jaga Kenyamanan Pengguna Jalan
KM Dorolonda Raih Pujian Penumpang Soal Kebersihan Kabin dan Toilet: “Kapalnya Bersih, Rasanya Nyaman Sampai Tujuan”
Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Warnai Penanganan Kredit BRI di Meranti, Desakan Audit Internal Menguat
Calung Mekar Budaya Cianjur Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Warga Kampung Tarengtong Jaga Warisan Seni Buhun Jawa Barat
Sinergitas Pemdes Kuala Alam Bersama Polsek Bengkalis Dalam Menyukseskan Program Ketahanan Pangan.
PANEN RAYA JAGUNG PIPIL DESA SENGGORO, POLRI HADIR SEBAGAI PEMRAKARSA KEMANDIRINAN EKONOMI LOKAL*
PASCA-BANJIR, BHABINKAMTIBMAS POLSEK BENGKALIS KAWAL PEMULIHAN TANAMAN JAGUNG PIPIL DI DESA KETAM PUTIH*
DUKUNG KETAHANAN PANGAN, KAPOLSEK BENGKALIS GANDENG PEMDES KELEBUK DORONG BUDIDAYA JAGUNG PIPIL
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:27 WIB

Jelang Libur Panjang, HKA Rampungkan Pemeliharaan Aspal Tol Kayu Agung – Palembang Untuk Jaga Kenyamanan Pengguna Jalan

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:57 WIB

KM Dorolonda Raih Pujian Penumpang Soal Kebersihan Kabin dan Toilet: “Kapalnya Bersih, Rasanya Nyaman Sampai Tujuan”

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:58 WIB

Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Warnai Penanganan Kredit BRI di Meranti, Desakan Audit Internal Menguat

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:23 WIB

Calung Mekar Budaya Cianjur Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Warga Kampung Tarengtong Jaga Warisan Seni Buhun Jawa Barat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:05 WIB

Sinergitas Pemdes Kuala Alam Bersama Polsek Bengkalis Dalam Menyukseskan Program Ketahanan Pangan.

Berita Terbaru