Tokoh Pers Indonesia Wilson Lalengke Dijadwalkan Berpidato di Markas Besar PBB, Angkat Isu Sahara Maroko dan HAM

- Penulis

Jumat, 3 Oktober 2025 - 01:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Jakarta– Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, dipastikan akan menjadi salah satu tokoh masyarakat sipil Indonesia yang hadir dalam forum internasional bergengsi di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat. Agenda kunjungan ini dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 12 Oktober 2025 mendatang, dengan momen penting berupa penyampaian petisi dan pidato di hadapan Komite Keempat PBB (Special Political and Decolonization Committee) terkait isu Sahara Maroko.Jumat (3/9/2025)

Kehadiran Wilson Lalengke dalam sidang Komite Keempat PBB merupakan undangan resmi dari Sekretariat Komite tersebut. Dalam surat elektronik yang diterima pada 24 September 2025, disebutkan bahwa Wilson diharapkan hadir langsung di New York untuk menyampaikan pidato tentang pelanggaran hak asasi manusia terhadap masyarakat Syahrawi di wilayah Sahara Maroko, khususnya tragedi eksekusi di luar hukum (extra judicial execution) yang menimpa warga pengungsi di Kamp Tinduf.

Isu ini menjadi perhatian internasional selama beberapa dekade terakhir, mengingat konflik berkepanjangan antara kelompok pemberontak Front Polisario dengan otoritas Kerajaan Maroko. PBB sendiri telah menempatkan isu Sahara Maroko sebagai salah satu agenda penting dekolonisasi dan hak asasi manusia di dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan jadwal sementara, Wilson Lalengke akan mendapat kesempatan menyampaikan pernyataannya pada salah satu dari tiga hari, yaitu 8, 9, atau 10 Oktober 2025, sekitar pukul 15.00 waktu setempat di Conference Room 4, Markas Besar PBB. Setiap pemohon petisi hanya diberikan waktu maksimal tiga menit untuk berpidato, dengan layanan penerjemahan resmi disediakan panitia.

Sebelum itu, Wilson diwajibkan mengambil kartu izin masuk sementara di Visitor Registration Office PBB pada 8 Oktober antara pukul 10.00 hingga 11.30 waktu setempat. Panitia PBB menegaskan bahwa aturan keamanan diberlakukan sangat ketat. Para pembicara dilarang membawa spanduk, bendera, maupun melakukan tindakan provokatif di ruang persidangan.

READ  Curiga Kedekatan Jaksa Agung dan Martias, PETIR Aksi di Menko Polkam dan Kejagung

Untuk kelancaran proses, setiap pembicara juga wajib mengirimkan naskah pidato tertulis terlebih dahulu melalui email kepada panitia agar dapat diterjemahkan secara resmi ke dalam bahasa kerja PBB.

Kehadiran Wilson Lalengke di forum internasional ini dipandang sebagai capaian besar, bukan hanya bagi dirinya pribadi tetapi juga bagi PPWI sebagai organisasi yang aktif memperjuangkan kebebasan pers, demokrasi, hak rakyat, dan isu-isu kemanusiaan di tingkat nasional maupun global.

“Ini adalah momentum penting yang menunjukkan bahwa suara masyarakat sipil Indonesia diakui dan diperhitungkan dalam forum internasional. Kami mengapresiasi perjuangan dan konsistensi Pak Wilson dalam mengangkat isu-isu hak asasi manusia,” ujar Dr. Bernard BBBBI Siagian, SH, MAkp, Ketua DPP Gakorpan, dalam keterangan resminya di Jakarta.

Hal senada disampaikan oleh Bunda Tiur Simamora, Ketua POSBAKUM GAKORPSN dan tokoh Srikandi Nasional 45. Menurutnya, keberangkatan Wilson ke PBB adalah bukti nyata bahwa aktivis Indonesia dapat menjadi bagian penting dalam diplomasi internasional.

Wilson Lalengke yang juga alumnus PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini telah mempersiapkan segala dokumen perjalanan. Visa Amerika Serikat telah resmi diterbitkan Kedutaan Besar AS di Jakarta pada 18 September 2025. Dengan demikian, tidak ada hambatan administratif bagi keberangkatannya ke New York.

“Salam perjuangan hak asasi manusia merdeka,” tambah Dr. Bernard bersama Bunda Tiur, seraya mengungkapkan doa dan dukungan agar Wilson dapat menyampaikan aspirasi dengan baik di forum PBB.

Partisipasi Wilson di Komite Keempat PBB diharapkan akan memperkuat suara global menentang penindasan, sekaligus menegaskan komitmen bangsa Indonesia dalam memperjuangkan hak asasi manusia, kemerdekaan pers, serta perdamaian dunia.

(Dr, Bernard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem
173 Jemaah Haji Asal Inhil Tiba di Tanah Air, Disambut Langsung Wakil Bupati Yuliantini di Embarkasi Batam
Pimpinan Media Pewarta se-Nusantara: Kritik Harus Mengedepankan Adab dan Etika
DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas
Dugaan Aliran BBM Puluhan Ribu Liter ke Perusahaan Ebi Mencuat, Warga Minta Transparansi dan Penegakan Hukum Jangan Tutup Mata
Yakub F Ismail : Saat BBM Nonsubsidi Naik di Tengah Rupiah Melemah
Dirjen Imigrasi Tegaskan Reformasi Total, Ajak Jajaran Bangun Kembali Kepercayaan Publik
SENGKARUT MBG: INVESTOR DESAK BGN TEGAKKAN PKS ATAU KEMBALIKAN DANA RP 218 MILIAR
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:32 WIB

Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:54 WIB

173 Jemaah Haji Asal Inhil Tiba di Tanah Air, Disambut Langsung Wakil Bupati Yuliantini di Embarkasi Batam

Senin, 15 Juni 2026 - 23:33 WIB

Pimpinan Media Pewarta se-Nusantara: Kritik Harus Mengedepankan Adab dan Etika

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:58 WIB

DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:36 WIB

Dugaan Aliran BBM Puluhan Ribu Liter ke Perusahaan Ebi Mencuat, Warga Minta Transparansi dan Penegakan Hukum Jangan Tutup Mata

Berita Terbaru