SUARARAKYAT.Info||Sukabumi- Kasus rumah tangga unik sekaligus mengejutkan terjadi di Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Seorang warga Kampung Kosambi, Desa Padabeunghar, berinisial E, mengaku mengalami kebingungan mendalam setelah kepulangan istrinya dari Timur Tengah berujung pada peristiwa janggal: menghilang dua hari tanpa kabar, lalu tiba-tiba meminta cerai.
Peristiwa ini terungkap setelah E menceritakan pengalamannya kepada awak media pada Selasa (3/9/2025). Dengan raut wajah penuh tanda tanya, ia menuturkan bahwa kepulangan istrinya yang berinisial J pada bulan Mei lalu ternyata bukanlah kabar gembira, melainkan justru menjadi sumber masalah baru.
Awal Kepulangan dan Hilangnya Sang Istri
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut penuturan E, ia mengetahui istrinya telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta setelah sempat berkomunikasi melalui telepon. Bahkan, ia sempat berinisiatif untuk menjemput. Namun, sang istri justru menolak.
“Dia bilang tidak usah dijemput, mau naik kendaraan umum atau Grab saja. Saya pun sempat merasa aneh, tapi saya pikir mungkin hanya perasaan buruk saya saja,” ungkap E.
Namun, perasaan aneh itu terbukti. Setelah komunikasi terakhir tersebut, J tiba-tiba tidak bisa dihubungi. Nomor telepon selulernya tidak aktif dan keberadaannya tidak diketahui selama dua hari penuh. Situasi itu membuat E resah, bahkan ia hampir melaporkan kehilangan istrinya ke pihak kepolisian.
Kepulangan Mengejutkan
Setelah dua hari tanpa kabar, J akhirnya pulang ke rumah. Namun bukannya menjelaskan dengan gamblang alasan menghilang, sang istri justru membuat pengakuan yang mengejutkan.
“Ketika saya tanya ke mana saja dua hari ini, dia malah menjawab ingin minta cerai. Jujur, saya kaget dan semakin curiga,” tutur E dengan nada kecewa.
Pernyataan itu membuat dugaan E semakin kuat bahwa ada kemungkinan istrinya telah menjalin hubungan dengan pria lain. Ia bahkan menyebut adanya kecurigaan terhadap seorang pria berinisial A, warga Parakanlima, yang diduga menjadi pihak ketiga dalam rumah tangganya.
Rencana Laporan ke Aparat Hukum
Merasa dirugikan dan dilecehkan, E menyatakan tidak menutup kemungkinan akan menempuh jalur hukum. Jika benar terbukti adanya perselingkuhan, ia akan melaporkan dugaan perusakan rumah tangga ke pihak kepolisian.
“Saya tidak mau rumah tangga saya dihancurkan oleh orang lain. Kalau memang ada bukti perselingkuhan, saya akan laporkan,” tegasnya.
Keluarga Turut Menyelidiki
Hingga kini, pihak keluarga masih berusaha menyelidiki lebih jauh peristiwa tersebut. Mereka mencoba mencari bukti dan memastikan apakah benar ada keterlibatan pihak ketiga. Kasus ini pun menjadi perbincangan hangat di lingkungan sekitar, mengingat J baru saja kembali dari merantau di Timur Tengah dan diharapkan membawa kebahagiaan bagi keluarganya.
Namun, kenyataan yang terjadi justru berbanding terbalik. Kepulangan yang seharusnya penuh suka cita berubah menjadi konflik dan ancaman perpisahan. Masyarakat sekitar pun ikut menunggu perkembangan kisah ini, sembari berharap persoalan rumah tangga pasangan tersebut dapat segera menemukan titik terang.
(Ade G)














