Diduga Kades Timpah Bungkam, Blokir WhatsApp Awak Media Saat Dikonfirmasi, Ada Apa? 

- Penulis

Senin, 18 Agustus 2025 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto: Kades Timpah Ruby

SUARARAKYAT.info|| Timpah – Polemik kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Timpah, Ruby, kembali menjadi sorotan setelah ia berulang kali menghindar dari konfirmasi awak media. Terbaru, pada Senin (18/8/2025), Ruby kembali enggan merespons pertanyaan yang diajukan melalui aplikasi WhatsApp ke nomor pribadinya (+62 853 3242 72xx). Hingga berita ini diturunkan, pesan dan permintaan klarifikasi yang dikirimkan awak media tidak kunjung mendapat jawaban.

Padahal, konfirmasi tersebut sangat dibutuhkan untuk meluruskan berbagai persoalan yang belakangan ramai diperbincangkan publik, terutama menyangkut transparansi pemerintahan desa. Namun, alih-alih memberikan penjelasan, Ruby justru memilih bungkam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sikap diam ini bukan yang pertama kali diperlihatkan Ruby. Pada Jumat (15/8/2025) lalu, saat awak media berusaha menghubunginya melalui WhatsApp untuk meminta klarifikasi, ia justru melakukan tindakan yang mengejutkan: memblokir nomor awak media. Langkah tersebut jelas memperlihatkan sikap tidak kooperatif, bahkan terkesan menghindar dari kewajiban sebagai pejabat publik untuk menyampaikan keterangan kepada masyarakat.

Tidak berhenti di situ, awak media kemudian mencoba menghubungi kembali menggunakan nomor WhatsApp yang berbeda. Namun, hasilnya tetap sama: Ruby tidak memberikan tanggapan, baik berupa balasan pesan maupun konfirmasi langsung. Hal ini semakin menguatkan dugaan adanya sikap tertutup yang tidak sejalan dengan prinsip keterbukaan informasi publik sebagaimana diamanatkan undang-undang.

READ  Diduga Jual Beli Hutan Margasatwa Resmi Dilaporkan ke Polda Riau Oleh Pengurus Karang Taruna

Sebagai seorang kepala desa, Ruby sejatinya memiliki kewajiban moral dan hukum untuk menjawab pertanyaan masyarakat yang disampaikan melalui media. Keterbukaan informasi adalah bagian dari akuntabilitas pemerintahan desa. Publik berhak tahu bagaimana jalannya roda pemerintahan, termasuk penggunaan anggaran serta kebijakan yang diambil oleh seorang kepala desa.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Dengan sikap diam, menghindar, dan bahkan memblokir saluran komunikasi, Ruby menutup ruang dialog yang seharusnya terbuka lebar. Keputusan untuk membungkam komunikasi dengan media justru menimbulkan pertanyaan besar: Apa yang sebenarnya tengah ditutupi Kades Timpah?

Perilaku seperti ini tentu tidak bisa dianggap sepele. Dalam konteks demokrasi desa, seorang kepala desa bukanlah penguasa tunggal, melainkan pelayan masyarakat yang dipilih untuk membawa perubahan dan keterbukaan. Diam dan menghindar hanya akan memperburuk citra, sekaligus memperlebar jarak antara pemerintah desa dengan rakyatnya.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu sikap terbuka Ruby untuk memberikan penjelasan. Namun, jika pola bungkam ini terus dipertahankan, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap kepemimpinannya semakin terkikis.

Catatan Redaksi: Hingga berita ini diterbitkan pihak pemdes dipersilahkan lakukan gak jawab dan klarifikasi atas berita yang sudah terbit, dan lengkapi bukti dan data yang otentiknya

 

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana Hibah Cair Meski Legalitas Belum Jelas, KNPI Kecam Sikap Pemerintah
Belasan Tahun Jalan Kabupaten Dibiarkan Rusak, Warga Hegarmanah Terpaksa Gotong Royong: Kritik Keras untuk Pemerintah yang Dinilai Abai dan Minim Tindakan Nyata
Halal Bihalal dan Rakor Kecamatan Sukalarang, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Lintas Sektor
Desa Karangjaya Sosialisasikan Program PTSL, Pengukuran Dimulai Tahun Ini
Pembangunan Jalan Desa Rampung, Pemdes Margaluyu Prioritaskan Infrastruktur dan Irigasi
Transaksi Kayu Rp80 Juta Tak Kunjung Tuntas, Nama Kades Serapung Terseret, Publik Menuntut Kejelasan, Klarifikasi Masih Buntu
Sekdes Cidahu Bantah Warganya Buang Sampah ke Jembatan Cikalong, Klaim Sudah Ada Pengangkutan Rutin
Jembatan Cikalong Disulap Jadi Tempat Pembuangan Sampah Liar, Warga Geram Bau Busuk dan Ancaman Penyakit Mengintai
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:28 WIB

Dana Hibah Cair Meski Legalitas Belum Jelas, KNPI Kecam Sikap Pemerintah

Sabtu, 11 April 2026 - 04:31 WIB

Belasan Tahun Jalan Kabupaten Dibiarkan Rusak, Warga Hegarmanah Terpaksa Gotong Royong: Kritik Keras untuk Pemerintah yang Dinilai Abai dan Minim Tindakan Nyata

Kamis, 9 April 2026 - 12:30 WIB

Halal Bihalal dan Rakor Kecamatan Sukalarang, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Lintas Sektor

Kamis, 9 April 2026 - 07:43 WIB

Desa Karangjaya Sosialisasikan Program PTSL, Pengukuran Dimulai Tahun Ini

Rabu, 8 April 2026 - 09:30 WIB

Pembangunan Jalan Desa Rampung, Pemdes Margaluyu Prioritaskan Infrastruktur dan Irigasi

Berita Terbaru