SUARARAKYAT.info||Cianjur-Dalam semangat menjaga silaturahmi, melestarikan nilai-nilai leluhur, dan memperkuat ikatan persaudaraan, Babinpotmar Posmat Cidaun dan Posal Ujung Genteng, Lanal Bandung, melaksanakan kunjungan ke pesisir pantai selatan Cianjur. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kopka AL Irvan bersama Serka AL Mustopa.kamis malam (14/8/2025)
Perjalanan kali ini bukan sekadar patroli atau kunjungan biasa, melainkan sebuah napak tilas yang penuh makna. Kopka AL Irvan menuturkan bahwa ia bersama rekannya melakukan perjalanan “nyucruk galur mapay laratan” sebuah istilah Sunda yang menggambarkan langkah menelusuri jejak para leluhur untuk menyerap nilai dan pelajaran yang telah diwariskan.
Setibanya di Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, rombongan disambut hangat oleh tokoh sepuh setempat, Abah Ijan, bersama istrinya, Emak Wati. Pertemuan berlangsung di sebuah titik yang disebut warga sebagai “cityhook” di tepi pantai, tempat yang kerap menjadi lokasi berkumpul dan berdiskusi para tokoh masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam perbincangan santai namun sarat makna tersebut, kedua pihak saling bertukar pengalaman, pandangan hidup, dan nilai-nilai luhur. Menurut Irvan, salah satu pesan yang ditekankan adalah pentingnya mengingat bahwa semua yang dimiliki manusia hanyalah titipan dari Sang Pemilik Mutlak Segalanya, Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Kami berdoa bersama, memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar cita-cita para pejuang dan leluhur kita dapat terwujud menjadikan Indonesia sebagai mercusuar dunia yang menjunjung hukum bertuhan, menuhankan Tuhan Yang Maha Kuasa, dan menumbuhkan cinta yang tulus kepada-Nya,” ungkap Irvan.
Selain doa untuk kejayaan bangsa, pertemuan itu juga diwarnai harapan agar Indonesia menjadi negara yang benar-benar berdaulat, subur, makmur, dan sejahtera. “Kami mendoakan seluruh masyarakat agar selalu diberi kesehatan, keselamatan, dan kecukupan, serta senantiasa mendapatkan rahmat dan berkah yang sempurna dari Tuhan Yang Maha Sempurna,” tambahnya.
Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk merajut kembali nilai-nilai kebersamaan, spiritualitas, dan semangat persatuan antara aparat pertahanan maritim dan tokoh masyarakat pesisir. Lebih dari sekadar pertemuan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara penjaga laut dan penjaga nilai-nilai adat, demi Indonesia yang berkarakter, beradab, dan berdaulat.
(Cep Toto)













