SUARARAKYAT.info||Sukabumi-Suasana penuh rasa hormat dan kehangatan terasa di berbagai sudut Sukabumi hari ini. Rekan seprofesi, tokoh masyarakat, hingga sahabat lama bersatu dalam satu tujuan mengucapkan selamat ulang tahun kepada sosok yang namanya tak asing lagi di dunia jurnalistik daerah ini Pardi, wartawan senior yang telah mendedikasikan lebih dari setengah hidupnya untuk mengabarkan kebenaran.
Lahir pada 14 Agustus 1965, Pardi genap berusia 60 tahun pada Kamis ini. Perjalanan panjangnya di dunia pers tidak hanya mengukir ribuan berita, tetapi juga membentuk reputasi sebagai jurnalis yang tak tergoyahkan oleh tekanan, tawaran kompromi, atau ancaman. Integritas, ketajaman analisis, dan keberaniannya mengangkat isu-isu kritis membuatnya disegani, bahkan oleh mereka yang pernah menjadi objek liputannya.
Di mata rekan-rekan sejawat, Pardi bukan sekadar senior, tetapi mentor yang sabar membimbing. “Pak Pardi itu guru sekaligus sahabat. Beliau tidak hanya mengajarkan teknik menulis berita, tapi juga menanamkan nilai moral bahwa kebenaran adalah harga mati dalam profesi ini,” ungkap Rudi Hartono, jurnalis muda yang pernah dibimbing langsung olehnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak pagi, ucapan selamat dan doa mengalir deras melalui pesan pribadi, media sosial, hingga pertemuan tatap muka. Beberapa tokoh masyarakat bahkan menyempatkan diri datang langsung untuk memberikan pelukan hangat dan testimoni atas kiprah Pardi yang dianggap turut membentuk kesadaran publik.

Meski usia telah memasuki kepala enam, semangatnya sama sekali tak meredup. Dalam perbincangan singkat dengan media, Pardi menegaskan bahwa ia belum terpikir untuk pensiun. “Menulis itu bukan sekadar pekerjaan, tapi bagian dari hidup saya. Selama tangan ini masih bisa menulis dan pikiran saya masih waras, saya akan terus menyuarakan kebenaran untuk masyarakat,” ucapnya sambil tersenyum.(14/8/2025)
Tidak sedikit pihak yang menyebut bahwa keberadaan Pardi adalah ‘kompas moral’ bagi dunia pers di Sukabumi. Di tengah arus deras informasi yang sering kali bercampur antara fakta dan opini, kehadirannya menjadi pengingat bahwa berita adalah amanah, bukan sekadar komoditas.
Hari ini, di usia 60 tahun, Pardi bukan hanya merayakan bertambahnya umur, tetapi juga merayakan sebuah perjalanan panjang yang penuh dedikasi. Selamat ulang tahun, Pak Pardi. Semoga kesehatan, kebahagiaan, dan semangat juang tetap menyertai langkah Anda, terus menjadi cahaya bagi dunia jurnalistik Indonesia.
(Rizwan)














