Pak De Zainal; Si Rajalesa Diantara Pesisir Inhil

- Penulis

Selasa, 22 Juli 2025 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Inhil-Di bawah matahari pagi yang menyapu, diantara lumpur pesisir yang sepi, seseorang berjalan perlahan. Ia membawa sesuatu di tangannya, bukan tongkat kekuasaan tapi bibit mangrove kecil, kurus, dan penuh harapan. Selasa (21/7/2025)

Namanya Zainal Arifin Hussein, kami sering menyapanya Pak De, tapi kini kami mengenalnya sebagai Si Rajalesa. Sebuah nama yang tercipta dari harapan. Rajalesa ialah Rajawali Penjaga dan Pelestari Alam. Rajalesa bukan sekedar mitos, bukan dongeng. Ia nyata. Tinggal di Tembilahan, mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indragiri. Tapi hatinya lebih dekat ke tanah berlumpur dibanding tembok kampus.

Si Rajalesa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi kami, Rajalesa adalah roh penjaga hutan mangrove, ia tidak mengenakan jubah atau topeng, ia hadir dalam bentuk manusia biasa, yang muram ketika pohon ditebang, dan marah ketika laut dikotori. Namun dibalik kemuramannya ada kasih, dan dibalik kemarahannya ada cinta.

Rajalesa tidak hanya menanam mangrove. Ia menanam ingatan kolektif. Ia berbicara tentang budaya masyarakat pesisir, perahu, nyanyian nelayan. Ia mengajarkan bahwa melindungi alam adalah juga melindungi cara keberlanjutan hidup.

Rajalesa itu adalah Pak De, tapi lebih dari itu, Rajalesa adalah semangat yang bisa hidup dalam siapapun, pada siapa saja yang bersedia berdiri digaris terdepan untuk menjaga bumi.

Pak De: Rajalesa Yang Menyemai Harapan

Pak De bukan aktivis viralis, Ia tak mengejar panggung, tak sibuk mengkritik tanpa tindakan. Ia justru turun ke lumpur. Mengajak mahasiswa, warga, siapa saja yang mau, untuk menanam kembali akar-akar kehidupan.

READ  Dalam Rangka Memberikan Pemahaman dan Keterampilan Pencegahan Kebakaran. SPPG Rusaida Gandeng Damkar Kab, Sukabumi

Setiap batang mangrove yang tumbuh bukan sekedar pohon, itu adalah janji sunyi bahwa pesisir ini tidak dibiarkan sendiri menghadapi abrasi, erosi dan penyakit lupa kita.

Ia mengingatkan kita bahwa melestarikan alam bukan sekedar acara seremoni atau pekerjaan teknis. Ini soal cinta. Cinta pada kampung, pada laut pada tanah tempat kaki berpijak dan berdiri.

Rajalesa Lainnya Akan Tumbuh

Pak De bukan satu-satunya Rajalesa. Kita semua bisa menjadi Rajalesa. Tak harus seorang dosen. Tak harus tinggal di pesisir. Cukup punya keberanian untuk peduli. Cukup punya tekad untuk melindungi, bukan mengeksploitasi.

Menjadi Rajalesa adalah tentang sikap, tentang memilih berdiri saat yang lain duduk. Tentang memilih menjaga saat yang lain mengabaikan.

Jika hari ini kau melihat satu pohon mangrove yang tumbuh ditepi Inhil, lihatlah lebih dalam. Mungkin disana ada jejak kaki Pak De, atau mungkin jejak hatimu sendiri.

Karena ditengah dunia yang krisis ini, kita butuh lebih banyak Rajalesa yang senantiasa menjaga, melestarikan, dan merawat bumi. Yang tak perlu dihimbau atau menunggu perintah tapi mendengar langsung dari bisikan lumpur, “Selamatkan aku, sebelum semuanya hilang”.

 

(Syahwani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak 1 Muharram 1448 H.Di Gegerbitung, Lomba Hadroh dan Qasidah Perkuat Syiar Islam dan Kebersamaan
KNPI Kota Sukabumi Santuni Anak Yatim, Maknai 1 Muharam sebagai Momentum Kepedulian Sosial
Garda Terdepan Anti Narkoba! Pemuda (KOPAN) Kraton Gandeng Polsek Kraton Kawal Desa-Desa Bebas Narkotika
LISTRIK MENYALA, KEADILAN PADAM Ironi di Balik Gemerlap Geothermal Salak
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP.dan Jajaran Mengucapkan Selamat. Hari Kesaktian Pancasila 2026
Semangat Gotong Royong dan Kebersamaan Warnai Pelaksanaan Kurban di Komplek Balitri Parungkuda
Kurban Perdana SPPG Indonesia Maju Pasir Halang 02, Tebar Kepedulian dan Edukasi Makna Berbagi
Semangat Iduladha, Lanal Bandung Perkuat Nilai Kepedulian dan Ketakwaan Melalui Ibadah Kurban
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:27 WIB

Semarak 1 Muharram 1448 H.Di Gegerbitung, Lomba Hadroh dan Qasidah Perkuat Syiar Islam dan Kebersamaan

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:20 WIB

KNPI Kota Sukabumi Santuni Anak Yatim, Maknai 1 Muharam sebagai Momentum Kepedulian Sosial

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:26 WIB

Garda Terdepan Anti Narkoba! Pemuda (KOPAN) Kraton Gandeng Polsek Kraton Kawal Desa-Desa Bebas Narkotika

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:47 WIB

LISTRIK MENYALA, KEADILAN PADAM Ironi di Balik Gemerlap Geothermal Salak

Senin, 1 Juni 2026 - 12:48 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP.dan Jajaran Mengucapkan Selamat. Hari Kesaktian Pancasila 2026

Berita Terbaru

Uncategorized

Ziarah ke Makam Soekarno, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 07:14 WIB

Uncategorized

Tim Basket Polda Jatim Juara 1 Kapolri Cup 2026

Sabtu, 20 Jun 2026 - 07:10 WIB