Ketum GAWARIS Kecam Keras Penahanan dan Intimidasi terhadap Tiga Wartawan di Bengkulu: Negara Ini Dikuasai Hukum, Bukan Barbarisme!

- Penulis

Minggu, 20 Juli 2025 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Bandung-Ketua Umum Gabungan Wartawan Indonesia Satu (GAWARIS), Asep Suherman, S.H., dengan tegas mengecam aksi penahanan dan intimidasi terhadap tiga wartawan yang terjadi di Bengkulu. Menurutnya, insiden ini menambah daftar panjang pelanggaran terhadap kebebasan pers di Indonesia dan tidak boleh lagi ditoleransi.

“Ini bukan masalah kecil. Ini bentuk pengkhianatan terhadap prinsip demokrasi dan supremasi hukum. Wartawan adalah pilar keempat demokrasi, bukan musuh negara,” ujar Asep Suherman, yang juga dikenal sebagai purnawirawan TNI AD dan akrab disapa Komandan.minggu (20/7/2025)

Ia menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan, apalagi terhadap jurnalis yang menjalankan tugas profesi dan sosial kontrol, merupakan pelanggaran serius terhadap konstitusi dan nilai-nilai hak asasi manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tangkap segera seluruh pelakunya. Siapapun mereka meski mengatasnamakan organisasi harus dihadapkan ke muka hukum. Negara ini berdiri atas dasar hukum, bukan barbarisme!” tegas Asep Suherman.

READ  Tinjau Pemeriksaan Kesehatan Gratis Di Puskesmas Tebet, Wamen Viva Yoga: Implementasi Amanat Konstitusi dan Realisasi Asta Cita Presiden Prabowo  

GAWARIS, di bawah komando Asep, menyatakan akan mengawal penuh proses hukum terkait insiden tersebut. Pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, baik di tingkat Polda maupun Polres Bengkulu, untuk memastikan para pelaku kekerasan tidak berlindung di balik kekuasaan atau organisasi manapun.

“Kami tidak akan tinggal diam. GAWARIS akan berdiri tegak bersama para jurnalis yang tertindas. Penegakan hukum bukan hanya slogan ini soal keadilan, ini soal martabat profesi,” tutup Asep.

Kekerasan terhadap insan pers, menurut GAWARIS, adalah ancaman langsung terhadap demokrasi. Karena itu, semua elemen bangsa — termasuk penegak hukum — harus berdiri di barisan yang sama: melindungi, bukan mengintimidasi.

 

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Media Nasional SUARARAKYAT.Info dan Jajaran Wartawan Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Apresiasi Dedikasi Polri untuk Masyarakat
Ketulusan Prajurit Marinir untuk Papua, Satgas Yonif 2 Marinir Obati Luka Warga Komopa
Sinergitas TNI-Polri Mengalir dalam Semangat Hari Bhayangkara ke-80 : Bersama Masyarakat Wujudkan Papua Barat yang Harmonis
Bidan Sukabumi Perkuat Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak pada HUT IBI ke-75
PPWI Resmi Laporkan Martin Manoluk Tampubolon dan Raja Herman ke Bareskrim Polri Terkait Korupsi dan Pidana Pers
Sejumlah Tokoh Aceh dan Masyarakat Aceh Lakukan Aksi di Kantor ESDM Jakarta,Dr. Fachrul Razi Ancam Demo Aceh Akan Berlanjut Ke Istana
Ratusan Aktivis dan Elemen Masyarakat Serukan Keadilan untuk Aknis Jance Zebua, Aksi 1000 Lilin Digelar di Medan
WALHI Desak Uni Eropa Masukkan Viskose ke EUDR, Soroti Jejak Deforestasi dan Pelanggaran HAM dalam Rantai Pasok Industri Fesyen Global
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:43 WIB

Media Nasional SUARARAKYAT.Info dan Jajaran Wartawan Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Apresiasi Dedikasi Polri untuk Masyarakat

Senin, 29 Juni 2026 - 02:26 WIB

Ketulusan Prajurit Marinir untuk Papua, Satgas Yonif 2 Marinir Obati Luka Warga Komopa

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:59 WIB

Sinergitas TNI-Polri Mengalir dalam Semangat Hari Bhayangkara ke-80 : Bersama Masyarakat Wujudkan Papua Barat yang Harmonis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:09 WIB

Bidan Sukabumi Perkuat Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak pada HUT IBI ke-75

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:10 WIB

PPWI Resmi Laporkan Martin Manoluk Tampubolon dan Raja Herman ke Bareskrim Polri Terkait Korupsi dan Pidana Pers

Berita Terbaru