Suararakyat.info.Cirebon-Ancaman narkoba tidak hanya menjadi isu nasional, tetapi telah merambah hingga ke pelosok lingkungan terkecil. Menyadari hal tersebut, para remaja RW 17 Ciremai Giri, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mengambil langkah konkret dengan mencanangkan Kampung Bersinar Bersih dari Narkoba sebagai bentuk perlawanan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu,(5/7/2025)di Balai Pertemuan Kampung (Baperkam) RW 17 ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum kolaboratif lintas generasi. Dihadiri oleh tokoh masyarakat, Ketua RT 01 hingga RT 07, pemuda setempat, serta para pemangku kepentingan dari unsur pemerintahan dan aparat keamanan, acara ini menjadi bukti bahwa masyarakat sipil tidak tinggal diam dalam menghadapi darurat narkoba.
Lurah Kecapi, Wawan Gunawan, dan Kapolsek Cirebon Selatan Timur, AKP H. Joni Rahmat, turut hadir memberikan dukungan penuh. Ketua RW 17, H. Sutrisno KS, dalam sambutannya menyampaikan tekad untuk menjadikan wilayahnya sebagai contoh nyata bahwa gerakan rakyat bisa menjadi tameng kuat dalam menghadapi ancaman narkoba yang kian canggih dan masif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sosialisasi anti-narkoba ini menghadirkan dua narasumber utama yang memperkuat substansi acara. Pandu dari BNNK Cirebon menekankan pentingnya sistem deteksi dini berbasis partisipasi masyarakat. Ia mengajak warga untuk aktif melaporkan, mengedukasi, dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Sekretaris Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) Cirebon Raya, Burhanudin, S.Pd., mengangkat peran strategis keluarga dalam membentengi anak-anak dari bahaya narkoba. “Rumah adalah benteng pertahanan terakhir. Orang tua harus menjadi sahabat anak-anak mereka, bukan hanya penjaga,” tegasnya.

Di balik keberhasilan acara ini, ada sosok-sosok muda yang bekerja dalam senyap namun berdampak besar. Ghea Fajar Perkasa, Ketua Pelaksana kegiatan, mengungkapkan bahwa semangat gotong royong menjadi fondasi utama. “Kami ingin menunjukkan bahwa remaja bukan hanya objek sosialisasi, tapi subjek perubahan. Kami tidak menunggu negara turun tangan, kami mulai dari RT kami sendiri,” ujarnya penuh semangat.
Acara ditutup dengan deklarasi resmi RW 17 sebagai Kampung Bersinar, yang disampaikan langsung oleh Ketua RW. Dalam pidatonya, ia menyerukan agar RW 17 menjadi inspirasi bagi lingkungan lain, bahwa upaya melawan narkoba harus dimulai dari akar rumput.
Yang menarik, seluruh kegiatan ini berjalan tanpa sponsor besar semuanya didukung secara swadaya oleh warga dan para Ketua RT. Mereka menyumbangkan konsumsi, perlengkapan teknis, hingga dukungan moral bagi suksesnya acara.
Lewat semangat kolektif ini, RW 17 Ciremai Giri membuktikan bahwa solusi terhadap persoalan nasional bisa digerakkan dari lorong-lorong kecil perkampungan. Melalui slogan yang menggema lantang:
“Ciremai Giri Bersinar: Bersih Tanpa Narkoba!”,
masyarakat menunjukkan bahwa melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Dan dari kampung kecil inilah, percikan perlawanan itu mulai menyala.
(Hs)














