Sararakyat.info.Jakarta- Di tengah dinamika perekonomian global dan nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa sektor perbankan Indonesia masih menunjukkan kinerja yang tangguh dan stabil. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, yang memastikan bahwa sistem perbankan nasional tetap dalam kondisi sehat, dengan likuiditas yang terjaga dan kecukupan modal yang memadai.
Pernyataan ini disampaikan Mahendra dalam konferensi pers terkini yang membahas kondisi industri jasa keuangan. Dalam penjelasannya, Mahendra menyebut bahwa secara umum, perbankan nasional tetap resilien meski dihadapkan pada tekanan eksternal seperti perlambatan ekonomi global dan gejolak geopolitik. Salah satu indikator yang menjadi penopang utama kekuatan sektor perbankan saat ini adalah rasio kecukupan modal (CAR) yang masih berada di atas ketentuan minimum regulator.
Menurut Mahendra, rasio likuiditas juga tetap berada di level aman, mencerminkan kemampuan perbankan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya kepada nasabah maupun otoritas. OJK juga mencatat bahwa pertumbuhan kredit tetap menunjukkan tren positif, diiringi dengan kualitas aset yang membaik, seperti tercermin dari menurunnya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami melihat bahwa industri perbankan nasional tetap berada pada jalur yang baik. Tidak hanya dari sisi kinerja keuangan, tetapi juga dalam hal tata kelola dan manajemen risiko yang semakin kuat,” ujar Mahendra.(4/7/2025)
Lebih lanjut, OJK menilai bahwa kontribusi perbankan terhadap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional sangat signifikan, baik melalui penyaluran kredit produktif maupun dukungan terhadap sektor-sektor prioritas pemerintah. Stabilitas sistem keuangan menjadi prioritas utama OJK, dan lembaga ini akan terus memperkuat pengawasan terintegrasi agar risiko sistemik dapat diminimalkan.
Pihak OJK juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan percaya terhadap integritas sistem perbankan nasional. Mahendra menekankan pentingnya peran serta seluruh pihak termasuk perbankan, pelaku industri, dan masyarakat luasuntuk menjaga stabilitas sektor keuangan demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan kondisi perbankan yang solid dan sistem pengawasan yang semakin diperkuat, OJK optimistis bahwa industri jasa keuangan Indonesia dapat terus menjadi pilar penting dalam menopang daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan yang terus berkembang
(Hs)














