Prof Dr Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional: Ekonom Mengklaim Akankah Kita Dukung Negara Adidaya AS,Presiden RI Perlu Mengkaji Ektra Hati Hati Tentukan Pilihan Mendukung Hindari Perang Meluas 

- Penulis

Senin, 23 Juni 2025 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Indonesia Buah Simalakama Dalam Memilih Antara Islam dan Kafir Rakyat RI Mari Berdoa Istihoroh?

Esmail Baghai, juru bicara Kementerian Luar Negeri, menulis: “Tindakan agresif dan tidak dapat dibenarkan – yang dilakukan oleh negara bersenjata nuklir, anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan wali amanat Perjanjian Non-Proliferasi terhadap negara non-senjata nuklir – merupakan pengkhianatan yang jelas terhadap norma dan prinsip dasar yang diwakili oleh lembaga-lembaga ini.”tegasnya

Sekarang sangat jelas bahwa pemerintah AS telah berkolusi dengan Israel untuk melancarkan perang yang agresif dan tidak adil terhadap Iran yang jelas-jelas melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional, Piagam PBB, dan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PROF DR KH SUTAN NASOMAL menyampaikan kepada media senin 23/06/2025. Serangan Amerika ke Iran adalah isarat resmi perang dunia ke III telah di mulai. Maka negara negara sekutu Amerika pada kedepannya akan bergabung ikut menyerang Iran dengan persiapan yang sangat besar karena perang ini akan lama serta memecah persatuan negara negara di dunia ini. Tidak hanya itu yang akan terjadi. Negara Negara yang mendukung Iran juga telah mempersiapkan sekenario perang yang hebat dengan dukungan peralatan perang yang canggih akan bergabung melawan Amerika dan Sekutunya.

Prof DR KH Sutan Nasomal menyampaikan,Bisa di simpulkan bahwa Amerika adalah pemimpin preman yang bebas melanggar peraturan Dewan Keamanan PBB sehingga bebas melakukan apa saja kepada negara negara yang dituju. Amerika melalui Presidennya memaksakan mendukung Genosida di Palestina dengan tujuan mengusir semua Bangsa Palestina melalui tangan Israel. Palestina harus diambil Israel dan siapa saja yang menentang harus perang melawan Israel bersama Amerika dan Sekutunya.

Maka sangat jelas bahwa ini adalah sebuah tantangan bagi semua negara negara di bumi ini harus siap berhadapan dengan Israel dan Amerika.

Timbulnya perlawan terhadap kejahatan Israel dan Amerika adalah bentuk keberanian yang hebat demi adanya hukum yang harus ditegakkan.

Iran melakukan penentangan atas kejahatan perang yang di lakukan Israel setelah negara negara lain di TimTeng juga melakukan hal yang sama. Kerugian apapun yang di alami Palestina harus di balaskan ke Israel dalam perang yang telah berjalan beberapa hari ini dengan Israel.

Dapat terlihat sangat jelas bahwa Iran melawan Israel Amerika akan membuka perang besar ke Eropa dan Asia. Hukum Rimba menjadi hukum yang berlaku.

Prof DR KH Sutan Nasomal menyampaikan kepada media bahwa ini adalah babak baru atas nama Keadilan dan Hukum berdasarkan kesepakatan PBB yang harus di ganti baru dengan meresmikan siapakah Negara Pemenang dalam Perang 2025 sampai 2028, blok barat atau blok timur yang menjadi pemenang dan memimpin dunia. Menjadi pemimpin dunia pada 2029 dan seterusnya.

READ  Aceng Syamsul Hadie, S.Sos.,MM. Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN Menyatakan Genosida Gaza-Palestina Merupakan Proyek Bisnis Besar Korporasi Dunia Yang Biadab.

Iran Rusia China Korut dll tidak akan diam menonton Israel Amerika bersama sekutunya melakukan pembantaian di TimTeng. Membunuh anak anak dan orang orang tak berdosa.

Alasan yang di cari Amerika untuk memulai perang dunia ke III telah didapatkan ketika Iran membela diri akibat serangan Israel beberapa hari lalu.

Bisa di bayangkan bila ini terjadi dengan INDONESIA. Bila mendadak pasukan perang Australia menyerang INDONESIA kemudian terjadi perlawanan dari INDONESIA. Kemudian. Amerika ikut perang dengan INDONESIA dengan alasan membantu australia sebagai negara sekutunya. Mungkin akan terjadi serangan mendadak dari selatan Indonesia. Alasannya INDONESIA membela Palestina dan Iran.

Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH menghimbau Presiden RI Jendral Prabowo Subiyanto bersama TNI Polri serta Masyarakat INDONESIA. Agar siaga satu karena perang bisa terjadi sampai ke Asia dan INDONESIA ikut menjadi sasaran yang tidak di duga duga.

Eskalasi pergerakan pasukan perang dengan peralatan perang canggih telah mulai mengelilingi Timur Tengah dari Amerika serta Eropa. Ratusan kapal selam dan kapal tempur canggih sudah menunggu giliran hadir saling menembakkan

Peringatan serta negosiasi saat ini tidak berarti apa apa atau tidak mempan lagi karena Israel Amerika menginginkan perang dunia ke III terjadi

Iran memang telah mempersiapkan diri untuk mengalahkan Israel serta menghukum kejahatan perang selama ini. Dimana selama ini dunia hanya menjadi penonton anak anak Palestina hangus terbakar serta pecah terkeping keping di Bom oleh Israel.

Diperkirakan Perang ini akan menguras semua amunisi peralatan perang Israel Amerika serta sekutunya dari kelas menengah sampai kelas terberat.

Apakah Nuklir akan di hadirkan dalam perang saat ini. Maka tidak bisa di sangkalkan lagi akan hadir Nuklir dari kelas menengah sampai tingkat terberat.

Bisa di katakan apa yang ada didalam pikiran pemimpin Rusia China Korea Utara dll serta Israel Amerika dan sekutunya.Perang Dulu sampai seleksi pemenang telah hadir…Baru Curhat

 

Narasumber : Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH pakar ilmu hukum dan politik international, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka juga Jenderal Komite Mantan Preman Indonesia Istighfar serta Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu ASS SAQWA PLUS Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yakub F Ismail,Di Balik Gencatan: Implikasinya bagi Indonesia
Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP (Board of Peace) Sekarang, Jangan Biarkan Indonesia Dijadikan Alat Legitimasi Penjajahan
Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk adalah Harga Mati bagi Maroko
Finlandia Dukung Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Sahara Maroko
Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP ala Trump, Indonesia Jangan Jadi Kaki Tangan Blok Geopolitik Barat
Aceng Syamsul Hadie: Perjanjian Dagang AS – Indonesia, Stabilitas Tarif atau Menggadaikan Kedaulatan..?!
Budaya Leluhur Bangkit di Pesta Rakyat Kecamatan Pasan Tahun 2026
Menenun Perdamaian Dunia dari Davos: Kepemimpinan Visioner HM Raja Mohammed VI dan Pengesahan Piagam “Board of Peace”
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 01:00 WIB

Yakub F Ismail,Di Balik Gencatan: Implikasinya bagi Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 02:42 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP (Board of Peace) Sekarang, Jangan Biarkan Indonesia Dijadikan Alat Legitimasi Penjajahan

Senin, 2 Maret 2026 - 23:41 WIB

Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk adalah Harga Mati bagi Maroko

Senin, 2 Maret 2026 - 23:37 WIB

Finlandia Dukung Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Sahara Maroko

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:20 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP ala Trump, Indonesia Jangan Jadi Kaki Tangan Blok Geopolitik Barat

Berita Terbaru