Pabrik PT SIM Tuai Polemik: Masyarakat Lokal Tersisih, Praktik Ilegal Diduga Dibiarkan Setelah Kasus Limbah Terungkap

- Penulis

Selasa, 3 Juni 2025 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Riau– Keresahan semakin meluas di kalangan masyarakat tempatan akibat operasional pabrik milik PT Sawit Inti Mandiri (PT SIM) yang terletak di salah satu desa di Riau. Dalam dialog aspiratif yang digelar hari ini, sejumlah keluhan dan dugaan pelanggaran mengemuka, memperlihatkan potret buram relasi antara perusahaan besar dan masyarakat lokal yang seharusnya menjadi prioritas penerima manfaat.kasus tersebut terungkap setelah pencemaran limbah pabrik. Yang mengakibatkan ribuan ikan mati.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan warga menyentuh isu ketenagakerjaan, tanggung jawab sosial perusahaan, serta dugaan praktik penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi. Berikut beberapa poin penting yang terungkap dalam pertemuan tersebut:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. CSR Tak Pernah Tersalur

Hingga saat ini, masyarakat belum pernah menerima bantuan dalam bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT SIM. Padahal, keberadaan pabrik yang berdiri di atas tanah desa jelas memberi dampak sosial dan lingkungan yang signifikan.

2. Tenaga Kerja Lokal Dikesampingkan

Masyarakat juga menyuarakan kekecewaan terhadap penolakan permohonan kerja dari serikat pekerja lokal, dalam hal ini SPSI desa setempat. Ironisnya, pekerjaan di sektor bongkar muat justru diberikan kepada pihak-pihak luar yang diduga bekerja secara ilegal dan tidak tercatat di Dinas Tenaga Kerja.

3. Operasi Belum Resmi, Sudah Komersial

Pabrik tersebut diketahui masih dalam tahap uji coba dan belum diresmikan secara resmi. Namun, sudah berani membuka Delivery Order (DO) untuk umum, yang mengundang tanda tanya besar terkait kepatuhan terhadap prosedur operasional yang sah.

READ  Pemuda Karang Taruna Dusun Taibah Antusias Sambut Ramadan dengan Kegiatan Sosial

4. Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi

Fakta yang paling mencolok adalah terkait pasokan bahan bakar. Meski seharusnya menggunakan BBM industri, terdapat dugaan bahwa pabrik tersebut turut mencampurkan BBM non-subsidi dalam operasionalnya. Sumber terpercaya menyebut bahwa hanya sekitar 20% BBM industri yang digunakan, sedangkan sisanya berasal dari BBM non-subsidi, yang dilansir oleh mobil tangki dari Pekanbaru.

Lebih mencengangkan lagi, muncul dugaan bahwa sejumlah tokoh desa, termasuk kepala desa dan beberapa Ninik Mamak, menerima gaji bulanan dari perusahaan tersebut. Jika benar, hal ini menandakan adanya konflik kepentingan yang dapat mempengaruhi keberpihakan mereka terhadap keluhan masyarakat.

Seorang warga yang enggan disebut namanya menyatakan, “Kami tidak anti-investasi. Tapi kalau kehadiran perusahaan hanya menyisakan kesenjangan dan ketidakadilan, untuk apa ada pabrik di tengah-tengah kami,”.ungkapnya salah satu warga dengan nada kesal (3/6/2025)

Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk turun tangan mengaudit aktivitas pabrik tersebut, memverifikasi dugaan pelanggaran ketenagakerjaan dan penyalahgunaan BBM, serta meninjau ulang izin operasional pabrik yang belum rampung namun sudah menjalankan kegiatan komersial.

Fenomena ini menyoroti urgensi pembenahan sistem pengawasan investasi di daerah. Tanpa kontrol ketat dan keberpihakan kepada masyarakat, investasi besar hanya akan menjadi mesin penindas baru atas nama pembangunan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum terkonfirmasi oleh awak media di lapangan.. Bersambung

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala SMPN 1 Bengkalis Resmi Buka Projek MKWK Polbeng, Permainan Rakyat Melayu Jadi Sarana Penguatan Karakter
Diduga Langgar Hak Pekerja, Praktik Ketenagakerjaan PT DKS di Meranti Perlu Dievaluasi
Abrasi Sungai Terjang Kuala Enok, Belasan Bangunan Rusak dan Fasilitas Umum Ambruk, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Wabup Yuliantini Buka Ngobrol Pintar Bersama Dewan Pendidikan, Perkuat Sinergi Majukan Pendidikan Inhil
Ekspose Percepatan Pembangunan dan Manajemen Talenta ASN, Bupati Inhil Dorong Pengembangan Karier Berbasis Kompetensi
Pelamar Kerja Laporkan Dugaan Ketidaktransparanan Rekrutmen PT Bina Mitra Artha ke Dinas Tenaga Kerja Meranti
DPC ASWIN Meranti dan Prokopim Perkuat Sinergi Melalui Konsolidasi dan Silaturahmi Jurnalistik
Menyambut 1448 Hijriah, Bupati Herman Ajak Masyarakat Inhil Perkuat Muhasabah dan Spiritualitas
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:28 WIB

Kepala SMPN 1 Bengkalis Resmi Buka Projek MKWK Polbeng, Permainan Rakyat Melayu Jadi Sarana Penguatan Karakter

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:20 WIB

Diduga Langgar Hak Pekerja, Praktik Ketenagakerjaan PT DKS di Meranti Perlu Dievaluasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:29 WIB

Abrasi Sungai Terjang Kuala Enok, Belasan Bangunan Rusak dan Fasilitas Umum Ambruk, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:22 WIB

Wabup Yuliantini Buka Ngobrol Pintar Bersama Dewan Pendidikan, Perkuat Sinergi Majukan Pendidikan Inhil

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:18 WIB

Ekspose Percepatan Pembangunan dan Manajemen Talenta ASN, Bupati Inhil Dorong Pengembangan Karier Berbasis Kompetensi

Berita Terbaru