Suararakyat.info.Jakarta– Sebuah kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan hukum Indonesia. Prof. Dr. Henry Jayadi Pandiangan, SH, MH, akademisi unggulan dari Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH UKI), sukses memimpin dan menjadi pembicara utama dalam Simposium Hukum Internasional yang diselenggarakan di Kota Real Madrid, Spanyol.(9/4/2025)
Jurnalis senior Dr. Bernard dari Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Anti Korupsi dan Penyelamatan Aset Negara (DPP GAKORPAN) menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan Prof. Henry Jayadi yang membawa nama baik institusi pendidikan hukum Indonesia ke panggung internasional.
Acara bergengsi yang berlangsung di University of Seville ini dihadiri oleh berbagai delegasi dari negara-negara sahabat dan menjadi ajang pertukaran gagasan serta formulasi terobosan hukum global. Kunjungan delegasi FH UKI ke Spanyol ini berlangsung selama lebih dari satu minggu, dengan perjalanan udara menuju ibu kota kerajaan Spanyol, Madrid. Rombongan dipimpin langsung oleh Prof. Henry Jayadi bersama Ketua Program Studi FH UKI, Dr. Any, SH, MH.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Prof. Henry Jayadi, partisipasi FH UKI dalam forum internasional ini merupakan langkah strategis dalam upaya membawa institusi pendidikan hukum Indonesia ke level global. “Kami datang dengan niat tulus dari pimpinan FH UKI untuk masa depan yang lebih gemilang. Visi dan misi kami adalah menemukan formula terobosan baru agar Fakultas Hukum UKI bisa bersaing di kancah internasional dengan integritas, dedikasi, loyalitas, dan inovasi riset hukum,” ujarnya dalam sesi pidatonya yang berapi-api.
Prof. Henry juga menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan hukum bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi merupakan hasil dari kolaborasi tim yang solid. “Tidak ada yang superman di sini. Yang ada adalah SUPER TEAM. Ini keberhasilan bersama antara para pengajar dan mahasiswa. Kami percaya, kekuatan kolektif akan membawa kita pada kemajuan yang nyata,” tambahnya.
Spanyol sendiri dikenal sebagai negara dengan sistem parliamentary monarchy yang dipimpin oleh Raja Felipe VI, terletak di Eropa Barat Daya bersama Portugal di Semenanjung Iberia. Negara ini memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, dari arsitektur klasik, pegunungan Pyrenees yang memukau, hingga tradisi Matador yang ikonik. Melalui kunjungan ke negeri ini, FH UKI juga menyerap banyak inspirasi dari sistem pendidikan dan penegakan hukum yang diterapkan di sana.
Simposium ini menjadi momentum penting dalam memperluas jejaring akademik dan memperkuat diplomasi pendidikan antarbangsa. Dalam sambutannya, Prof. Henry Jayadi menekankan pentingnya memperjuangkan supremasi hukum di Indonesia sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045 dan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai Macan Asia.
Partisipasi aktif FH UKI dalam forum internasional ini juga dianggap sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program besar nasional ASTA CITA yang digagas oleh Presiden H. Prabowo Subianto, yang mengedepankan pembangunan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.
“Melalui ajang ini, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak tertinggal. Pendidikan hukum kita mampu sejajar dengan negara lain, bahkan mampu menjadi rujukan di masa depan,” pungkas Prof. Henry Jayadi.
Semoga kunjungan dan kerja sama internasional ini membawa dampak positif dan signifikan bagi kemajuan dunia pendidikan, khususnya di Fakultas Hukum UKI. Jayalah FH UKI! Jayalah Indonesia!
Salam ASTA CITA – Menuju Indonesia Emas 2045. Merdeka!
(Dr. Bernard, Bunda Tiur, Riries














