Suararakyat.info.Kepulauan Tanimbar-Di tengah tugas dan tanggung jawabnya sebagai aparat penegak hukum, Bripka Eliseus Eduas, S.H., yang merupakan Penyidik Pembantu Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Tanimbar, menunjukkan wajah lain dari Kepolisian: sisi kemanusiaan dan kepedulian sosial.(8/4/2025)
Belum lama ini, Bripka Eliseus melakukan kunjungan ke Desa Wermatang, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kunjungan tersebut bukan dalam rangka penegakan hukum, melainkan sebagai bentuk aksi nyata dalam membantu sesama. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan secara langsung bantuan berupa kursi roda kepada seorang anak difabel bernama JY yang telah mengalami kelumpuhan sejak usia dini.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh ibu dari JY, dengan disaksikan oleh Kepala Desa Wermatang, Bapak Benjamin Laian. Suasana haru menyelimuti penyerahan bantuan tersebut, terlebih ketika sang ibu menceritakan awal mula kondisi yang dialami oleh anaknya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut penuturan sang ibu, JY mengalami kelumpuhan setelah terserang panas tinggi dan demam saat masih bayi. Meski sempat menjalani perawatan intensif selama sekitar satu minggu di rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri, kondisi JY tidak pernah kembali seperti sediakala. Sejak saat itu, keluarganya harus menerima kenyataan pahit bahwa JY harus tumbuh dengan keterbatasan fisik. Duka keluarga semakin bertambah ketika sang ayah meninggal dunia tidak lama setelah JY divonis lumpuh.
Melihat kondisi tersebut, Bripka Eliseus merasa tergerak untuk membantu. Ia menyampaikan bahwa kunjungan dan bantuan tersebut merupakan bentuk empati dan keinginan tulus untuk meringankan beban keluarga JY, sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat.
“Kami dari Kepolisian tidak hanya hadir untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk mendengar, memahami, dan membantu sesama. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih,” tutur Bripka Eliseus dengan penuh haru.
Ia juga berharap, melalui langkah kecil yang dilakukannya ini, bisa menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian, terutama dalam bidang pelayanan dan perlindungan terhadap anak-anak dan perempuan.
Sementara itu, keluarga JY menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Sang ibu mengungkapkan rasa syukur dan harapannya agar semakin banyak pihak yang menunjukkan kepedulian sosial seperti yang dilakukan oleh Bripka Eliseus.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam dinas yang sering kali dianggap kaku, masih ada hati yang lembut dan penuh kasih. Bripka Eliseus bukan hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai manusia yang membawa harapan bagi mereka yang kerap terabaikan.
(*)














