Suararakyat.info.Karanganyar- RT 02 mewakili kerukunan warga sekitar bersama Kepala Dusun Giyoso, Dusun Belang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada tanggal 31 Maret 2025 menggelar acara Halal Bi Halal dalam rangka merayakan Idul Fitri 1446 H. Acara ini berlangsung dengan penuh khidmat, diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi dari Surat Al-Baqarah ayat 130-150 yang dibawakan oleh Ustadz Ahmad Rifa’i.
Kegiatan yang dipandu oleh MC Ustadz Suroso ini turut dimeriahkan oleh kehadiran Jeng Mirna yang membawakan tembang adat Jawi khasnya, menambah suasana hangat dan penuh makna. Halal Bi Halal ini menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai kebersamaan, kemandirian, serta keharmonisan yang terus dijaga di tengah masyarakat Dusun Belang.
Semangat Kebersamaan dan Kemandirian Masyarakat
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dusun Belang menampilkan contoh nyata kehidupan bermasyarakat yang rukun dan tentram dengan menerapkan filosofi “noto wicara, noto hati” dalam setiap interaksi sosialnya. Serah terima lenggang konsep acara ini menegaskan solidaritas yang kuat antar sesama, dengan Kepala Dusun Giyoso dan Ketua RT 02, Sudarno, menjadi simbolik kepercayaan dalam membangun struktural sosial yang harmonis.
Acara ini juga dihadiri oleh para tokoh masyarakat seperti Polo Tlobo dan Ponaryo yang merupakan cikal bakal tokoh masyarakat terdahulu, serta RT/RW sekitar. Kehadiran mereka menegaskan nilai pentingnya silaturahmi dalam memperkuat taraf kesejahteraan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Tabligh dan Tausyiah: Menjaga Toleransi dan Akhlakul Karimah
Ustadz Sofal dari Temanggung, yang kini menetap di Dusun Belimbing, Kecamatan Jatiyoso, memberikan tausyiah yang penuh makna. Beliau mengajak masyarakat untuk senantiasa menjalin mahabbah (kasih sayang) antar sesama, tanpa membeda-bedakan ras, suku, maupun agama. Dengan pesan “step by step on the support the God bless your respect every day, one week, or month,” beliau menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sepanjang waktu.
Dalam ceramahnya, Ustadz Sofal juga menyinggung sejarah Halal Bi Halal yang pertama kali dicetuskan oleh Mbah Yai Bulloh dari Jombang, Jawa Timur, atas permintaan Presiden Ir. Soekarno dalam upaya menyatukan ulama-ulama yang sempat terpecah belah. Sejak saat itu, Halal Bi Halal menjadi tradisi yang mengakar di Indonesia sebagai bentuk penyatuan dan rekonsiliasi sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Meningkatkan Kepedulian Sosial dan Nilai Keagamaan
Momentum Halal Bi Halal ini tidak hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momen berbagi dengan sesama. Warga Dusun Belang mengadakan bakti sosial bagi mereka yang kurang mampu, dengan menyalurkan bantuan kepada kaum yang termasuk dalam 8 Asnaf, sebagai wujud ketaatan terhadap ajaran Islam.
Acara ini pun turut dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan pemuka masyarakat seperti Ustadz Suyanto dan Ustadz Ikhwan dari kepengurusan Masjid Besar Nurul Hidayah. Keheningan malam Halal Bi Halal pun dipenuhi dengan doa-doa syahdu yang dipanjatkan kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan rahmat dan maghfirah bagi seluruh masyarakat.
Menjaga Nilai Adat dan Budaya dalam Kehidupan Beragama
Dalam suasana penuh kekhidmatan, acara ini juga menekankan pentingnya menjaga adat istiadat dan nilai-nilai Islam yang diwariskan secara turun-temurun. Sebagaimana dalam Surat At-Tahrim ayat 6 yang menyebutkan, “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka,” masyarakat diingatkan untuk senantiasa menjaga akhlak dan keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara Halal Bi Halal ini ditutup dengan doa bersama, menyatukan harapan agar masyarakat semakin kokoh dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dengan suksesnya acara ini, diharapkan semangat persaudaraan dan kepedulian sosial semakin terjaga dan terus diwariskan ke generasi mendatang.
Publikasi dan Dokumentasi Acara
Acara ini telah mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk institusi pemerintahan pusat dan daerah, Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, BAZNAS Kabupaten Karanganyar, serta perangkat desa dan RT/RW setempat. Dokumentasi acara ini juga dapat diakses melalui channel YouTube @JST-NEWSTVMEDIA serta berbagai media siber online lainnya.
Dengan terselenggaranya Halal Bi Halal ini, diharapkan masyarakat Dusun Belang dan sekitarnya semakin erat dalam persaudaraan dan senantiasa menjaga nilai-nilai luhur Islam dalam kehidupan sehari-hari.
(Sukindar)














