Suararakyat.info.Jakarta – Lotek dan karedok, dua hidangan khas Indonesia yang merupakan warisan budaya kuliner leluhur, kini mulai kehilangan popularitas di tengah masyarakat. Perubahan gaya hidup, masuknya budaya asing, serta perkembangan dunia kuliner modern menjadi beberapa faktor yang menyebabkan kuliner tradisional ini tergerus oleh zaman.Sabtu 25/01/2025
Lotek, makanan khas Jawa berupa campuran sayuran segar dengan bumbu kacang yang gurih, sering dibandingkan dengan gado-gado. Di sisi lain, karedok, yang berasal dari Sunda, memiliki keunikan karena menggunakan sayuran mentah segar sebagai bahan utama, juga disajikan dengan siraman bumbu kacang. Keduanya dikenal sebagai hidangan sehat dengan cita rasa autentik yang kaya rempah.
Namun, di era modern ini, keberadaan lotek dan karedok perlahan mulai tergantikan oleh makanan cepat saji dan kuliner internasional. Generasi muda cenderung memilih makanan yang dianggap lebih praktis dan kekinian, sehingga warisan kuliner seperti ini semakin jarang ditemui di berbagai kota besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut seorang pedagang lotek di kawasan Jakarta Selatan, penjualan makanan tradisional ini mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. “Sekarang anak muda jarang sekali makan lotek atau karedok. Mereka lebih suka makanan seperti burger, pizza, atau bubble tea,” ungkapnya.
Padahal, lotek dan karedok memiliki banyak keunggulan, baik dari segi rasa maupun kandungan nutrisinya. Selain itu, makanan ini juga mencerminkan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang sudah ada sejak zaman nenek moyang.
Para ahli budaya dan kuliner mengungkapkan pentingnya pelestarian makanan tradisional ini. Salah satu caranya adalah dengan mengenalkan lotek dan karedok melalui media sosial atau menjadikannya bagian dari inovasi kuliner modern tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.
Jika tidak ada upaya pelestarian yang serius, dikhawatirkan kuliner seperti lotek dan karedok hanya akan menjadi cerita sejarah. Oleh karena itu, semua pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, hingga pelaku usaha, diharapkan dapat bersama-sama menjaga keberadaan warisan kuliner ini agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Tim Berita Kuliner Tradisional)














