Prof.Dr.Henry Jayadi Pandiangan:Transparansi dan Profesionalisme POLRI dalam Mengusut Meninggal nya Mahasiswa UKI,Publik Menanti Hasil Otopsi

- Penulis

Kamis, 10 April 2025 - 01:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta– Proses penyelidikan kematian tragis Kenzha Ezra Walewangko, mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), terus berlanjut dengan pendekatan transparan, profesional, dan akuntabel yang ditegaskan langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly. Kepolisian memastikan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara mendalam dengan mengedepankan metode Scientific Crime Investigation (SCI), demi mengungkap kebenaran yang sahih di balik peristiwa tersebut.Kamis (10/4/2025)

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Prof. Dr. Henry Jayadi Pandiangan, Dekan Fakultas Hukum UKI, bersama Dr. Bernard dari DPP GAKORPAN dan @LBH PERS Presisi Polri GSN RBRP.08, menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah institusi Polri dalam mengungkap kasus ini.

“Kami apresiasi langkah penyidikan yang dilakukan secara transparan dan profesional. Kami menanti hasil otopsi sebagai dasar untuk mengungkap penyebab kematian mahasiswa UKI,” tegas Prof. Henry.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, pihak Kepolisian telah memeriksa hingga 39 orang saksi, termasuk dari kalangan rektorat UKI, petugas keamanan kampus, mahasiswa yang berada di sekitar lokasi kejadian, penjual minuman keras yang sempat didatangi korban, serta tenaga medis Unit Gawat Darurat RS UKI yang pertama kali memberikan pertolongan. Hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi terkait penyebab kematian karena penyelidikan masih menanti hasil otopsi dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati serta analisis dari Laboratorium Forensik.

“Setiap informasi dan kesaksian yang kami kumpulkan harus diuji secara ilmiah. Spekulasi mengenai patah tulang dan luka-luka pada tubuh korban belum bisa dipastikan sampai hasil otopsi lengkap dari dokter forensik keluar,” jelas Kombes Pol Nicolas. Ia juga menegaskan bahwa hanya keterangan dari ahli forensik yang akan dijadikan acuan resmi oleh penyidik, bukan opini publik atau pihak tidak bertanggung jawab.

READ  Prof Sutan Nasomal Jenderal Kompi: Mengucapkan Terimakasih Kepada Presiden RI Atas 150 Hari Gebrakanya

Pihak Polres Metro Jakarta Timur juga telah menggelar pra-rekonstruksi pada 26 Maret 2025 dengan menghadirkan para saksi dari berbagai pihak terkait, termasuk mahasiswa, security, dan perwakilan RS UKI. Tambahan lima saksi akan kembali diperiksa untuk memperkuat proses penyidikan, sehingga total saksi dalam kasus ini akan mencapai 44 orang.

Langkah-langkah ini mencerminkan komitmen POLRI dalam menjaga integritas dan kredibilitas penyidikan tanpa adanya tekanan atau pengaruh opini publik. “Kami tegak lurus untuk menyelesaikan perkara ini secara objektif dan presisi,” kata Kapolres Nicolas.

Kasus ini menjadi sorotan luas publik dan media, mengingat adanya unsur keributan sebelumnya antara korban dan beberapa mahasiswa lain setelah mengonsumsi minuman keras. Polisi terus mendalami apakah terdapat unsur tindak pidana umum dalam kasus ini.

Seluruh proses penyelidikan ini dijalankan untuk memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak, terutama keluarga korban yang tengah berduka. Dengan tetap mengedepankan prinsip ASTA CITA PRESISI POLRI, diharapkan kebenaran segera terungkap demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum.

 

(Dr.Bernard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Garuda Capai 87% wilayah Kodim Sorong
Hampir selesai, Masyarakat Senang Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV TA. 2026 Wilayah Kodim 1802/Sorong Capai 80%
Media Center Diduga Mati Suri, Kejari Kabupaten  Sukabumi Dituding Tutup Akses Informasi Publik
Made Hiroki Laporkan Dugaan KDRT ke Polisi, Minta Publik Tidak Berspekulasi
Data Korban Insiden Stasiun Bekasi Timur Beredar di Media Sosial, Belum Terverifikasi Resmi dan masih menunggu awak media masih menunggu rilis resmi dari pihak terkait untuk memastikan validitas data korban dalam insiden tersebut
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Salurkan KPP Rp258,9 Miliar di Papua
Ditegur Menteri PKP, WaliKota Sorong Pastikan BPHTB dan PBG Gratis Mulai Besok, Ancam Copot Pejabat
Komandan Kodaeral XIV Ajak Perkuat Kolaborasi Dukung Program Ketahanan Pangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 14:35 WIB

Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Garuda Capai 87% wilayah Kodim Sorong

Rabu, 29 April 2026 - 14:33 WIB

Hampir selesai, Masyarakat Senang Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV TA. 2026 Wilayah Kodim 1802/Sorong Capai 80%

Rabu, 29 April 2026 - 05:30 WIB

Media Center Diduga Mati Suri, Kejari Kabupaten  Sukabumi Dituding Tutup Akses Informasi Publik

Selasa, 28 April 2026 - 01:12 WIB

Made Hiroki Laporkan Dugaan KDRT ke Polisi, Minta Publik Tidak Berspekulasi

Selasa, 28 April 2026 - 00:05 WIB

Data Korban Insiden Stasiun Bekasi Timur Beredar di Media Sosial, Belum Terverifikasi Resmi dan masih menunggu awak media masih menunggu rilis resmi dari pihak terkait untuk memastikan validitas data korban dalam insiden tersebut

Berita Terbaru