Mahasiswa Sorong Desak Evaluasi Kebijakan Pemerintah, Tolak MBG, Soroti Harga BBM dan Pemborosan APBN

- Penulis

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Sorong Papua Barat Daya – Suara kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah kembali Menjadi Sorotan, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Revolusi Mahasiswa Kota Sorong (FRMKS) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPR Kota Sorong, Kamis (18/6/2026),

Aksi dimulai sejak pagi hari melalui long march dari kawasan Lampu Merah Kilometer 10 menuju Gedung Kantor DPR Kota Sorong.

Sepanjang perjalanan, para mahasiswa bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti berbagai persoalan nasional, mulai dari tingginya harga kebutuhan pokok, kenaikan harga BBM non-subsidi, hingga program-program pemerintah yang dianggap belum memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setibanya di halaman DPR Kota Sorong sekitar pukul 11.22 WIT, massa aksi langsung menggelar mimbar bebas. Suasana semakin dinamis ketika para mahasiswa secara bergantian menyampaikan kritik tajam terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Sorong, Lukman Fauzi Rumwokas, dalam orasinya megantakan bahwa mahasiswa hadir sebagai representasi suara masyarakat yang menginginkan perubahan dan perbaikan kebijakan publik.

Menurutnya, pemerintah harus lebih peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini menghadapi tekanan akibat meningkatnya biaya hidup.

“Kami melihat masih banyak kebijakan yang belum menjawab kebutuhan rakyat. Harga kebutuhan pokok terus menjadi beban masyarakat, sementara berbagai program yang diluncurkan pemerintah justru menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas dan manfaatnya,” tegas Lukman di hadapan massa aksi dan anggota DPR Kota Sorong.

Dalam aksi itu, FRMKS menyerahkan enam tuntutan kepada DPRD Kota Sorong. Tuntutan itu meliputi penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), evaluasi kebijakan fiskal yang dianggap tidak efektif, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penolakan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian praktik militerisme di Tanah Papua, serta evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

READ  Yakub F Ismail: Refleksi May Day: Bersatu dan Maju

Sekretaris Lapangan aksi, Mesak Heluka, mengatakan bahwa mahasiswa tidak menolak pembangunan, namun menginginkan setiap kebijakan yang dibuat benar-benar berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.

“Aspirasi ini lahir dari kenyataan yang dirasakan masyarakat setiap hari. Kami ingin pemerintah lebih fokus pada persoalan mendasar yang dihadapi rakyat, terutama ekonomi dan kesejahteraan,” ujarnya.

Aspirasi mahasiswa kemudian diterima oleh anggota DPRD Kota Sorong yang selanjutnya mengajak peserta aksi melakukan dialog terbuka. Dalam diskusi tersebut, berbagai isu yang diangkat mahasiswa dibahas secara langsung bersama para wakil rakyat.

Anggota DPR Kota Sorong Derek Wamea menyatakan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian DPRD dan akan diteruskan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia menegaskan bahwa DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap implementasi kebijakan yang berdampak kepada masyarakat di daerah.

Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Derek menilai program itu memiliki manfaat bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Papua Barat Daya, Namun ia sepakat bahwa setiap program pemerintah harus dievaluasi secara berkala agar tepat sasaran dan bebas dari potensi penyimpangan.

Aksi yang berlangsung selama kurang lebih empat jam itu berakhir dalam suasana tertib dan kondusif. Meski demikian, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal berbagai kebijakan pemerintah dan memastikan suara masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa Sorong mengirimkan pesan tegas kepada pemerintah bahwa kebijakan publik harus berpihak pada kebutuhan rakyat, bukan sekadar menjadi agenda yang jauh dari realitas kehidupan masyarakat sehari-hari.

Penulis : Leonardo Alfredo Kara

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Suara Rakyat Info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UICI dan Dr. Fachrul Razi Bahas Otonomi Daerah dalam Bingkai Wawasan Nusantara
Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem
DPC ASWIN Meranti dan Prokopim Perkuat Sinergi Melalui Konsolidasi dan Silaturahmi Jurnalistik
173 Jemaah Haji Asal Inhil Tiba di Tanah Air, Disambut Langsung Wakil Bupati Yuliantini di Embarkasi Batam
Pimpinan Media Pewarta se-Nusantara: Kritik Harus Mengedepankan Adab dan Etika
Sekda Tantawi Jauhari Ajak ASN Hadiri Doa Akhir Tahun Hijriah, Tekankan Percepatan APBD 2027
Belasan Siswa MA Sabilal Muhtadin Ujian di Teras Tanpa Alas, Pengakuan Siswi dan Keterangan Guru Berbeda, Hak Anak Jadi Sorotan Publik
DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:19 WIB

Mahasiswa Sorong Desak Evaluasi Kebijakan Pemerintah, Tolak MBG, Soroti Harga BBM dan Pemborosan APBN

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:10 WIB

UICI dan Dr. Fachrul Razi Bahas Otonomi Daerah dalam Bingkai Wawasan Nusantara

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:32 WIB

Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:28 WIB

DPC ASWIN Meranti dan Prokopim Perkuat Sinergi Melalui Konsolidasi dan Silaturahmi Jurnalistik

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:54 WIB

173 Jemaah Haji Asal Inhil Tiba di Tanah Air, Disambut Langsung Wakil Bupati Yuliantini di Embarkasi Batam

Berita Terbaru