SUARARAKYAT || TEMBILAHAN– Menjelang berakhirnya Tahun Baru Islam 1447 Hijriah dan memasuki 1448 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar kegiatan keagamaan bertajuk Gema Muharram yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Al Huda Tembilahan, Senin (15/6) petang.
Kegiatan yang sarat dengan nuansa religius tersebut diisi dengan pembacaan doa akhir tahun dan doa awal tahun Hijriah, pembacaan Surah Yasin, tahlil, serta salat berjamaah yang diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai kalangan.
Hadir dalam kesempatan itu Bupati Indragiri Hilir Herman, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil Katerina Susanti Herman, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparatur sipil negara, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para ulama yang bersama-sama memanjatkan doa untuk keberkahan daerah dan masyarakat Indragiri Hilir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana penuh kekhusyukan terasa sejak awal kegiatan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa yang dipanjatkan menjadi pengingat bagi seluruh jamaah akan pentingnya refleksi diri dalam menyongsong tahun baru Islam. Momentum pergantian tahun Hijriah dimaknai bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, melainkan sebagai waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi dan introspeksi terhadap perjalanan hidup yang telah dilalui.
Dalam sambutannya, Bupati Herman mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT.
Menurutnya, semangat hijrah yang diajarkan Rasulullah SAW tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perubahan sikap, perilaku, dan cara berpikir menuju kehidupan yang lebih baik.
“Sebagaimana anjuran Rasulullah SAW, setiap hari hendaknya kita melakukan introspeksi diri. Apa yang telah kita lakukan, mana yang baik harus kita pertahankan dan tingkatkan, sementara yang kurang baik harus kita tinggalkan. Momentum Tahun Baru Islam ini mengajarkan kita untuk terus berbenah dan menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari,” ujar Bupati Herman di hadapan jamaah.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai hijrah harus menjadi semangat bersama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, religius, dan berkeadaban. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral dan spiritual masyarakatnya.
“Pembangunan yang harus kita giatkan tidak hanya pembangunan fisik semata. Yang tidak kalah penting adalah pembangunan spiritual masyarakat. Jika nilai-nilai agama tertanam kuat, maka akan lahir masyarakat yang berakhlak mulia, saling menghormati, menjaga persatuan, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan,” tambahnya.
Bupati Herman juga berharap kegiatan-kegiatan keagamaan seperti Gema Muharram dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Ia meyakini bahwa penguatan nilai-nilai religius menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang aman, damai, dan sejahtera.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai awal kebangkitan semangat baru dalam membangun daerah. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial diharapkan semakin tumbuh sehingga mampu memperkuat persatuan dan mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.
Pada kesempatan tersebut, panitia juga menghadirkan penceramah agama, Ustadz Syafrinaldi, yang menyampaikan tausiah tentang makna hijrah dalam kehidupan modern. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa hijrah merupakan proses perubahan menuju kebaikan yang harus dilakukan secara berkesinambungan, baik dalam hubungan manusia dengan Allah SWT maupun hubungan sesama manusia.
Ia menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dalam beribadah, memperbaiki akhlak, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjadikan momentum Muharram sebagai titik awal memperbarui komitmen dalam menjalankan ajaran agama secara lebih baik.
Kegiatan Gema Muharram yang berlangsung hingga malam hari tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan Kabupaten Indragiri Hilir, serta kesejahteraan seluruh masyarakat. Dengan penuh harapan, jamaah yang hadir menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat keimanan, meningkatkan amal ibadah, dan membangun kehidupan yang lebih bermakna di masa mendatang.
Pergantian tahun Hijriah pun menjadi pengingat bahwa perjalanan waktu terus berjalan. Oleh karena itu, setiap insan dituntut untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pengabdian kepada Allah SWT, serta memberikan kontribusi terbaik bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan daerah yang dicintai.
Penulis : Syahwani
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














