SUARARAKYAT || SUKABUMI – Harapan ratusan warga terdampak bencana pergerakan tanah di Dusun Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, mulai menemukan titik terang.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama sejumlah pihak yang bergerak di bidang kemanusiaan tengah mempersiapkan pembangunan 66 unit hunian tetap (huntap) sebagai tahap awal relokasi bagi para penyintas yang kehilangan tempat tinggal.
Langkah tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) di Pendopo Sukabumi, Selasa (9/6/2026) kemaren
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Ciengang, Yudius Hidayat Bagya, mengatakan pemerintah daerah telah mengidentifikasi lahan seluas sekitar 32.719 meter persegi di kawasan Blok Pasir Reungit sebagai lokasi relokasi. Lahan yang berada sekitar 500–600 meter dari Kantor Desa Ciengang itu direncanakan dibeli menggunakan anggaran APBD Kabupaten Sukabumi.
“Alhamdulillah, untuk tahap pertama akan dibangun 66 unit hunian tetap. Bantuan pembangunannya berasal dari pihak luar yang memiliki kepedulian terhadap warga terdampak, bukan dari APBD,” kata Yudius.
Menurut dia, pembangunan huntap tahap pertama menjadi langkah awal dalam penanganan pascabencana yang hingga kini masih menyisakan persoalan hunian bagi ratusan keluarga terdampak.
Berdasarkan data Pemerintah Desa Ciengang, bencana pergerakan tanah telah berdampak terhadap 239 kepala keluarga (KK) atau sekitar 678 jiwa. Namun, keterbatasan dukungan pada tahap awal membuat program relokasi baru mampu mengakomodasi 66 keluarga.
“Jumlah warga terdampak mencapai 239 kepala keluarga. Sementara yang dapat ditangani pada gelombang pertama baru 66 unit hunian tetap,” ujarnya.
Lahan yang dipersiapkan untuk relokasi merupakan aset milik warga yang sebelumnya digunakan sebagai kawasan peternakan ayam. Karena aktivitas usaha tersebut sudah lama berhenti, pemilik lahan bersedia melepas lahannya untuk mendukung percepatan relokasi warga terdampak bencana.
“Pemilik lahan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi warga. Karena peternakan sudah tidak beroperasi, lahan tersebut bersedia dijual untuk kepentingan relokasi,” tutur Yudius.
Selain dinilai aman untuk permukiman, lokasi relokasi juga cukup strategis karena berada tidak jauh dari pusat pemerintahan desa dan berdekatan dengan kawasan wisata Curug Pamengpeuk. Secara administratif, kawasan tersebut berada di Blok Pasir Reungit, meski penamaan permukiman baru masih akan dibahas lebih lanjut oleh pemerintah.
Pemerintah Desa Ciengang berharap proses pengadaan lahan dapat segera rampung sehingga pembangunan huntap tahap pertama bisa segera dimulai. Relokasi ini diharapkan menjadi awal dari upaya penanganan menyeluruh bagi seluruh warga terdampak pergerakan tanah.
“Kami berharap relokasi ini terus berlanjut hingga seluruh 239 kepala keluarga yang terdampak memperoleh tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak, lengkap dengan fasilitas sosial serta fasilitas umum yang memadai,” kata Yudius.
Bagi warga yang selama ini hidup dalam ketidakpastian pascabencana, pembangunan 66 huntap tersebut bukan sekadar proyek pembangunan rumah, melainkan langkah nyata menuju pemulihan kehidupan dan masa depan yang lebih aman.
Penulis : Prim RK
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














