SUARARAKYAT. info || GARUT-angat pelestarian budaya lokal kembali menggema di Tatar Sunda. Dalam rangka memperingati Milangkala Tatar Sunda, masyarakat Kabupaten Garut menggelar kegiatan akbar bertajuk Kirab Budaya Karnaval Berkuda yang dipusatkan di kawasan Makorem 062/Tarumanegara. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merawat warisan leluhur, memperkuat persatuan, serta meneguhkan jati diri masyarakat Sunda di tengah arus modernisasi.(4/5/2026)
Dengan mengusung tema “Ngajaga Warisan, Ngarumat Budaya, Ngahiji Dina Sunda”, kirab budaya tahun ini berhasil menyedot perhatian ribuan warga yang memadati sepanjang jalur karnaval. Sekitar 1.200 peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas budaya, paguyuban seniman, pelajar, hingga perwakilan desa-desa adat, turut ambil bagian dalam perhelatan ini.
Salah satu daya tarik utama dalam kirab tersebut adalah kehadiran Domba Garut, hewan khas yang telah lama menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sunda. Domba-domba dengan postur gagah dan tanduk melingkar itu ditampilkan secara atraktif, mencerminkan nilai estetika, ketangguhan, serta filosofi kehidupan masyarakat lokal yang sarat makna.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak kalah menarik, kirab berkuda yang menjadi inti kegiatan menghadirkan parade penunggang kuda dengan balutan busana adat Sunda yang beragam. Para peserta tampil dengan kostum khas dari berbagai daerah di Tatar Sunda, mulai dari pakaian bangsawan, prajurit, hingga rakyat jelata tempo dulu, menciptakan suasana historis yang hidup dan penuh warna.
Ketua panitia pelaksana dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni budaya, tetapi juga bentuk nyata komitmen masyarakat Garut dalam menjaga identitas budaya di tengah tantangan globalisasi. “Budaya adalah jati diri. Tanpa budaya, kita kehilangan arah sebagai bangsa. Kirab ini menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan nilai-nilai kearifan lokal,” ujarnya.
Selain sebagai ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata daerah. Dengan menampilkan kekayaan budaya lokal secara terbuka, Garut kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat kebudayaan Sunda yang potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi sepanjang acara berlangsung. Warga dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi sejak pagi hari, menyaksikan setiap rangkaian kirab dengan penuh kebanggaan. Tidak sedikit generasi muda yang turut terlibat aktif, menjadi indikator positif bahwa regenerasi pelestari budaya masih terus berjalan.
Milangkala Tatar Sunda tahun ini bukan hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga refleksi kolektif akan pentingnya menjaga akar budaya di tengah perubahan zaman. Dari Garut, semangat ngarumat budaya kembali digaungkan—bahwa warisan leluhur bukan untuk dilupakan, melainkan untuk dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi yang akan datang.
Penulis : Irv
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














