Kasus Pembunuhan mayat di dalam freezer, korban Dimutilasi di Kabupaten Bekasi Terungkap, Korban Dibunuh karena Tolak Ajakan Curi Mobil Bos

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi – Misteri pembunuhan terhadap Abdul Hamid alias Bedul (39), karyawan kedai ayam geprek di Perumahan Mega Regency, Serang Baru, akhirnya terungkap. Korban diduga dibunuh setelah menolak ajakan dua rekan kerjanya untuk mencuri mobil milik sang bos.

Peristiwa ini terkuak setelah jasad korban ditemukan dalam kondisi membeku di dalam freezer kios ayam geprek pada Sabtu (28/3/2026). Jasad pertama kali ditemukan oleh pemilik usaha berinisial ES (32).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penanganan kasus ini dilakukan oleh Polda Metro Jaya yang kemudian berhasil mengungkap pelaku di balik pembunuhan tersebut.

Dua pelaku yang merupakan rekan kerja korban, masing-masing berinisial S (27) dan ANC (23), berhasil diringkus pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIB di wilayah Cikijing, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyatakan kedua pelaku kini masih menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami motif serta peran masing-masing.

READ  Semarakkan HUT ke-7 Koarmada III, Lantamal XIV Laksanakan Olahraga Bersama

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Abdul Rahim, mengungkap kondisi korban saat ditemukan sangat mengenaskan.

Korban dibungkus kain dan plastik, lalu dimasukkan ke dalam freezer dalam kondisi tidak utuh. Polisi memastikan Abdul Hamid menjadi korban mutilasi, dengan bagian tangan dan kaki terpisah.

Penyidik kemudian melakukan penelusuran untuk menemukan bagian tubuh yang hilang. Pada Senin (30/3/2026), potongan tangan dan kaki korban berhasil ditemukan di kawasan Cariu, Kabupaten Bogor.

Dengan ditemukannya seluruh bagian tubuh korban, proses autopsi dapat dilakukan secara menyeluruh guna kepentingan penyidikan.

Kasus ini menegaskan kesigapan aparat dalam mengungkap kejahatan yang jejaknya tersebar di tiga wilayah, yakni Kabupaten Bekasi, Majalengka, dan Bogor, dalam waktu singkat.

Penulis : Haris Pranatha, C. PFW., C. MDF

Editor : Suara Rakyat. Info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Bojonegoro Amankan Tersangka Pengoplos LPG Subsidi 3 Kg dan Ratusan Tabung Gas
Bareskrim Polri Musnahkan Ribuan Kilogram Bawang Impor Ilegal dari Jalur Tikus Perbatasan Malaysia
Kadensus 88: Perlindungan Anak dan Literasi Digital Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digital
Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, Tawarkan Cara Pandang Baru Membaca Ancaman di Era Digital
BNPT dan Densus 88 Perkuat Kolaborasi Lindungi Generasi Muda di Era Digital
Polda Jatim Gelar Rakernis Humas,Dorong Penguatan Komunikasi Publik dan Manajemen Media
Riding Bersama Forkopimda, Kapolres Kediri Pantau Wilayah hingga Salurkan Bansos ke Warga
Dari Pendampingan hingga Ketahanan Pangan, BAPAS dan Polres Kediri Kota Pererat Kolaborasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:01 WIB

Polres Bojonegoro Amankan Tersangka Pengoplos LPG Subsidi 3 Kg dan Ratusan Tabung Gas

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:54 WIB

Kadensus 88: Perlindungan Anak dan Literasi Digital Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digital

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:48 WIB

Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, Tawarkan Cara Pandang Baru Membaca Ancaman di Era Digital

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:44 WIB

BNPT dan Densus 88 Perkuat Kolaborasi Lindungi Generasi Muda di Era Digital

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:40 WIB

Polda Jatim Gelar Rakernis Humas,Dorong Penguatan Komunikasi Publik dan Manajemen Media

Berita Terbaru