SUARARAKYAT.info || JAKARTA – Lonjakan drastis jumlah wisatawan di kawasan Taman Impian Jaya Ancol pada momentum libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H menjadi sorotan serius aparat kepolisian. Situasi ini mendorong Polda Metro Jaya untuk meningkatkan kewaspadaan, bahkan pimpinan tertinggi turun langsung ke lapangan guna memastikan pengamanan berjalan optimal.
Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, melakukan peninjauan langsung ke kawasan wisata unggulan di Jakarta Utara tersebut pada Senin (23/3/2026). Kehadirannya bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk respons cepat atas membludaknya jumlah pengunjung yang datang untuk menikmati libur Lebaran bersama keluarga.
Berdasarkan data pemantauan di lapangan, jumlah pengunjung Ancol pada hari kedua Lebaran, Minggu (22/3/2026), tercatat mencapai 53.824 orang. Angka ini melonjak tajam hingga 177 persen dibandingkan hari-hari biasa, menjadikan Ancol sebagai salah satu titik keramaian paling padat di wilayah DKI Jakarta selama periode libur panjang tahun ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lonjakan tersebut berdampak langsung pada meningkatnya potensi kerawanan, baik dari sisi keamanan, ketertiban, hingga keselamatan pengunjung. Menyikapi kondisi itu, Kapolda langsung menginstruksikan penebalan personel di sejumlah titik krusial. Area bibir pantai, pintu masuk utama, wahana rekreasi, serta kantong-kantong parkir menjadi fokus utama pengawasan guna mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas, termasuk risiko kecelakaan laut yang kerap terjadi di kawasan wisata pesisir.
Peninjauan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026 yang digelar oleh jajaran kepolisian. Operasi tahunan tersebut dirancang untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran, sekaligus menjaga stabilitas di lokasi-lokasi strategis seperti tempat wisata, terminal, stasiun, hingga jalur utama transportasi.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 6.812 personel gabungan diterjunkan. Mereka terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Provinsi, serta berbagai elemen masyarakat yang turut dilibatkan dalam pengamanan terpadu. Selain itu, disiapkan pula 95 pos pengamanan yang tersebar di berbagai titik, meliputi 68 Pos Pengamanan, 22 Pos Pelayanan, dan 5 Pos Terpadu yang berfungsi memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menegaskan bahwa kehadiran Kapolda di Ancol merupakan bentuk komitmen pimpinan dalam memastikan kesiapan personel di lapangan.
“Peninjauan ini dilakukan karena Ancol diprediksi akan terus dipadati pengunjung. Kapolda ingin memastikan seluruh personel dalam kondisi siap, baik dari segi kesehatan, kesiapan operasional, maupun pola pengamanan yang diterapkan agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Tak hanya pengamanan di dalam kawasan wisata, aparat kepolisian juga melakukan langkah antisipatif di luar area. Rekayasa lalu lintas diberlakukan secara situasional untuk mengurai kepadatan kendaraan, khususnya di akses menuju kawasan Jakarta Utara yang mengalami lonjakan volume kendaraan secara signifikan.
Tim urai kemacetan turut disiagakan di sejumlah titik rawan guna memastikan arus lalu lintas tetap bergerak, sekaligus mencegah terjadinya penumpukan kendaraan yang dapat berujung pada kemacetan panjang. Langkah ini dinilai krusial mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.
Selain itu, layanan darurat Polri melalui call center 110 juga dioptimalkan sebagai sarana respons cepat terhadap berbagai laporan masyarakat. Dengan sistem pengamanan yang terintegrasi, aparat berharap dapat memberikan rasa aman secara menyeluruh bagi para pengunjung yang memadati kawasan wisata.
Di tengah euforia libur Lebaran, kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengedepankan aspek keselamatan. Pengunjung diminta untuk waspada terhadap kondisi cuaca, arus laut, serta mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan demi menghindari potensi kecelakaan.
Lonjakan pengunjung yang signifikan ini menjadi ujian nyata bagi kesiapan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan publik. Keberhasilan pengamanan di kawasan Ancol tidak hanya menjadi indikator kinerja aparat, tetapi juga menentukan sejauh mana masyarakat dapat menikmati momen libur Lebaran dengan aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya insiden yang merugikan.
Penulis : Han
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info













