Sinkronisasi Data Sosial Nasional Diperkuat, Menteri Yandri Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran

- Penulis

Selasa, 3 Maret 2026 - 04:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || KARAWANG —Pemerintah terus memperkuat akurasi data penerima bantuan sosial melalui pemanfaatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menghadiri langsung kegiatan sosialisasi DTSEN di Karawang, Jawa Barat, guna memastikan implementasi pendataan berjalan optimal hingga tingkat desa.

Dalam kegiatan tersebut, Yandri menegaskan bahwa di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, DTSEN ditetapkan sebagai rujukan tunggal data sosial ekonomi nasional. Langkah ini diambil untuk mengakhiri perbedaan data antar-kementerian yang selama ini kerap menimbulkan persoalan dalam penyaluran bantuan sosial.

“Presiden menginginkan satu data nasional yang valid dan terintegrasi. Dengan DTSEN sebagai rujukan bersama, tidak boleh lagi ada perbedaan data antar-kementerian. Bantuan sosial harus tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu,” tegas Yandri dalam sambutannya di hadapan kepala desa dan pendamping desa se-Karawang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yandri menjelaskan bahwa keberhasilan DTSEN sangat bergantung pada kolaborasi antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dengan Kementerian Sosial (Kemensos), serta dukungan penuh pemerintah desa di seluruh Indonesia. Saat ini terdapat 75.266 desa yang menjadi ujung tombak dalam proses pemutakhiran dan validasi data.

Menurutnya, kepala desa dan pendamping desa memiliki peran strategis karena merekalah yang paling memahami kondisi riil masyarakat di lapangan. Dengan partisipasi aktif desa, potensi inclusion error (warga mampu menerima bantuan) dan exclusion error (warga miskin tidak terdata) dapat ditekan secara signifikan.

“Desa adalah garda terdepan. Tanpa validasi dari desa, data tidak akan akurat. Karena itu, kami mendorong pendataan yang transparan, partisipatif, dan berbasis kondisi faktual,” ujarnya.(3/3/2026)

READ  Sosialisasi Perda No 10 Tahun 2025 tentang Patanjala di Sundawenang, Bayu Permana: Jangan Hanya Jadi Dokumen, Harus Jadi Gerakan Bersama

Lebih jauh, Yandri menyampaikan bahwa data yang akurat tidak hanya penting untuk bantuan sosial, tetapi juga menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan pembangunan desa. DTSEN diharapkan mampu menjadi basis perencanaan program pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, hingga intervensi pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung pentingnya penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa. Menurutnya, dengan dukungan data yang presisi, koperasi desa dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat dan berkelanjutan.

“Kita ingin desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang mandiri secara ekonomi. Koperasi Desa Merah Putih harus tumbuh menjadi kekuatan ekonomi rakyat. Data yang akurat akan membantu menentukan sektor apa yang perlu diperkuat dan siapa yang harus diprioritaskan,” katanya.

Sosialisasi DTSEN di Karawang ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan sosial. Pemerintah menargetkan tidak ada lagi tumpang tindih data atau praktik penyalahgunaan yang merugikan masyarakat miskin.

Yandri menutup kegiatan dengan mengajak seluruh elemen desa untuk menjaga integritas dalam proses pendataan.

“Ini bukan sekadar program administrasi, tetapi menyangkut hak masyarakat kecil. Jangan sampai ada warga miskin yang terlewat, dan jangan sampai pula bantuan jatuh ke tangan yang tidak berhak,” tegasnya.

Dengan integrasi DTSEN sebagai rujukan nasional dan sinergi lintas sektor hingga tingkat desa, pemerintah optimistis penyaluran bantuan sosial akan semakin efektif, sekaligus mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat desa di seluruh Indonesia.

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA Sorong, Tuntut Pengukuran Ulang Dan Kesepakatan Tertulis
Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam
Pemprov Papua Barat Daya Gelar FGD, Perkuat Komitmen Lindungi Hutan dan Laut
Imigrasi Sukabumi Perketat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Timpora Libatkan Kecamatan hingga KUA untuk Jaga Stabilitas dan Kelestarian Lingkungan
Pemkot Sorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sosial Melalui FGD Perencanaan Kontigensi Bersama ADRA Indonesia
Bunda PAUD Papua Barat Daya Komitmen Dorong Akses Pendidikan Prasekola untuk Seluruh Anak Usia Dini
Sepihak Pasang Tanda Jual Cepat, Oknum Pegawai Bank BRI Diduga Intimidasi Nasabah.
Forkopimcam Parungkuda Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Usung Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Bangsa dan Negara”
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 09:43 WIB

Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA Sorong, Tuntut Pengukuran Ulang Dan Kesepakatan Tertulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:36 WIB

Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:45 WIB

Pemprov Papua Barat Daya Gelar FGD, Perkuat Komitmen Lindungi Hutan dan Laut

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:10 WIB

Imigrasi Sukabumi Perketat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Timpora Libatkan Kecamatan hingga KUA untuk Jaga Stabilitas dan Kelestarian Lingkungan

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:04 WIB

Pemkot Sorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sosial Melalui FGD Perencanaan Kontigensi Bersama ADRA Indonesia

Berita Terbaru

POLRI

Plt Kabid Humas Polda PBD Hadiri Hut GPI Ke-41

Senin, 25 Mei 2026 - 09:21 WIB