Kepala BGN: Skema Penyaluran Anggaran BGN Ciptakan Pemerataan dan Stimulus Ekonomi Nasional

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa BGN menghadirkan pola baru dalam tata kelola anggaran negara melalui mekanisme penyaluran dana yang langsung menyentuh bawah tanpa melalui pemerintah daerah. Sebanyak 93 persen dari total anggaran BGN disalurkan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Dari total anggaran Rp268 triliun, kurang lebih Rp240 triliun beredar langsung di daerah, dari Sabang sampai Merauke. Setiap SPPG rata-rata menerima alokasi sekitar Rp500 juta per dua belas hari untuk menjalankan Program MBG.

“BGN hadir menghadirkan pola baru, di mana 93 persen dana BGN itu disalurkan langsung ke SPPG-SPPG. Jadi, kalau ada dana Rp268 triliun, kurang lebih Rp240 triliun uang beredar dari Sabang sampai Merauke, dan setiap hari setiap SPPG menerima Rp500 juta per dua belas hari. Saya kira ini adalah model baru, tidak ada satu rupiah pun uang yang disalurkan dari pusat ke daerah (pemda),” ujar Dadan dalam arahannya pada acara Sosialisasi Regulasi Kepegawaian di lingkungan Badan Gizi Nasional, di Jakarta, Rabu (25/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Uang yang telah beredar dari Sabang sampai Merauke hingga hari ini mencapai kurang lebih Rp36 triliun. Perputaran dana tersebut menjadi penggerak roda ekonomi yang luar biasa karena mendorong pemerataan secara nyata di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah SPPG menentukan jumlah dana yang beredar di daerah tersebut. Dengan demikian, semakin banyak SPPG yang beroperasi di suatu daerah, semakin besar pula dana yang beredar di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kebijakan ini juga memberikan dampak langsung terhadap sektor produksi lokal. Dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), produk-produk lokal dijamin penyerapannya oleh BGN. Hal ini menciptakan kepastian pasar bagi para petani dan pelaku usaha daerah.

READ  Dukung Percepatan Program MBG, Armada III Hadiri Rakerda di PBD

“Belum pernah terjadi dalam era mana pun, produksi lokal dijamin penyerapannya oleh negara seperti sekarang. Tidak heran jika ada petani wortel di Nusa Tenggara Timur yang senang karena harga wortelnya bisa naik hingga tiga kali lipat,” jelasnya.

Kenaikan serapan hasil produksi tersebut berdampak pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP). Ia menyebutkan bahwa rata-rata NTP saat ini mencapai angka 125, meningkat dari sebelumnya sekitar 102. Jika NTP berada pada kisaran 100–102, hasil produksi petani hanya cukup untuk kebutuhan hidup tanpa ruang untuk investasi. Namun, dengan capaian 125, petani memiliki ruang 25 poin untuk investasi dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Saya yakin dengan program MBG ini, Nilai Tukar Petani akan bisa naik hingga 150,” tegasnya.

Kepala BGN juga menekankan bahwa perputaran uang dalam jumlah besar pada awal tahun merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia. Pada tahun lalu, pemerintah menggelontorkan stimulus ekonomi sebesar Rp37 triliun pada triwulan pertama yang mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 4,7 persen. Tahun ini, hingga Maret saja, peredaran dana BGN diprediksi mencapai Rp62 triliun.

Dengan besarnya peredaran dana tersebut, ia menilai bahwa apa yang dilakukan BGN telah menjadi stimulus ekonomi yang signifikan. Banyak pelaku usaha melaporkan bahwa likuiditas di lapangan kini lebih mudah ditemukan karena perputaran uang yang masif dan merata.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga SPPG di Lebong Sigap Jadi Dapur Darurat, Salurkan 4.514 Porsi Makanan Untuk Korban Banjir
Smart Greenhouse Jadi Model Baru Inovasi Pangan Berkelanjutan
Percepat Transformasi Digital, BGN Kembangkan Website PPID dan JDIH Agar Lebih Modern dan Terintegrasi
Jawab Tantangan Digital, BGN Gelar Pelatihan Video Editing dan Motion Graphics
Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa
Dari Dapur ke Publik: Cerita di Balik Komunikasi Humanis MBG
BGN Jajaki Sinergi dengan DPMPTSP Kota Makassar guna Perkuat Dukungan Hukum Program MBG
Halalbihalal SMK Ma’arif NU 01 Limpung, Kabiro Hukum dan Humas BGN: Gizi yang Baik Mungkin Terlihat Sederhana, tapi Dampaknya sangat Besar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 06:07 WIB

Tiga SPPG di Lebong Sigap Jadi Dapur Darurat, Salurkan 4.514 Porsi Makanan Untuk Korban Banjir

Selasa, 14 April 2026 - 15:14 WIB

Smart Greenhouse Jadi Model Baru Inovasi Pangan Berkelanjutan

Jumat, 10 April 2026 - 04:27 WIB

Percepat Transformasi Digital, BGN Kembangkan Website PPID dan JDIH Agar Lebih Modern dan Terintegrasi

Selasa, 7 April 2026 - 15:57 WIB

Jawab Tantangan Digital, BGN Gelar Pelatihan Video Editing dan Motion Graphics

Selasa, 7 April 2026 - 10:21 WIB

Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa

Berita Terbaru

Uncategorized

Jaksa Di Usir Hakim Di Sidang Praperadilan Nganjuk

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:30 WIB

Berita Daerah

Panglima Armada III Beri Penghargaan kepada Prajurit Berprestasi

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:36 WIB