SUARARAKYAT.info|| JAKARTA- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa begitu kental di lingkungan Rusunawa Penggilingan, Kecamatan Cakung. Ratusan warga yang menghuni Tower D dan sekitarnya tumpah ruah mengikuti pawai obor dan takbir keliling sebagai bentuk suka cita menyambut bulan penuh berkah.Minggu malam (15/2/2026)
Kegiatan yang digelar pada Sabtu malam itu menjadi momen istimewa bagi warga. Sejak sore hari, panitia yang terdiri dari perwakilan tiap lantai dan tokoh masyarakat setempat telah disibukkan dengan berbagai persiapan teknis. Mulai dari penentuan rute pawai yang mengelilingi area Tower D hingga menyusuri sekitar Tower E, pengaturan barisan peserta, hingga koordinasi keamanan bersama unsur pengurus lingkungan, semuanya dipersiapkan secara matang demi kelancaran acara.
Tepat pukul 20.30 WIB, gema takbir mulai berkumandang memecah malam. Iringan bedug dan musik perkusi sederhana menambah semarak suasana. Anak-anak berjalan dengan penuh keceriaan sambil membawa obor dan lampion, sementara para remaja dan pemuda mengatur barisan agar tetap tertib. Kaum ibu tampak kompak mengenakan busana muslim serba putih, sedangkan para bapak berjalan beriringan sambil sesekali mengumandangkan takbir dengan penuh kekhusyukan.
Ratusan peserta membentuk konvoi panjang yang bergerak perlahan menyusuri kawasan rusunawa. Warga yang tidak ikut berbaris tampak berdiri di balkon masing-masing, melambaikan tangan dan mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam. Suasana malam yang biasanya lengang berubah menjadi lautan cahaya obor dan gema pujian kepada Sang Pencipta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat silaturahmi antarwarga. “Pawai ini menjadi simbol kebersamaan kita. Di tengah kesibukan dan tantangan hidup di ibu kota, kita ingin menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, penuh syukur, dan saling memaafkan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar seremoni, pawai ini juga mencerminkan kuatnya solidaritas sosial di lingkungan hunian vertikal tersebut. Hidup berdampingan dalam satu kawasan padat tidak menghalangi warga untuk membangun rasa persaudaraan yang erat. Justru melalui kegiatan keagamaan seperti ini, semangat gotong royong dan kepedulian sosial semakin terasah.
Beberapa warga mengaku bangga dengan kekompakan yang terbangun. Menurut salah satu ibu rumah tangga, kegiatan semacam ini memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak. “Mereka belajar tentang arti kebersamaan, tentang menyambut Ramadan dengan suka cita, bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga sikap dan mempererat hubungan dengan sesama,” tuturnya.
Pengurus lingkungan juga memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Tidak ditemukan gangguan berarti selama pawai berlangsung. Setelah seluruh peserta kembali ke titik awal, acara ditutup dengan doa bersama agar Ramadan yang akan dijalani membawa keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh warga.
Semarak pawai menjelang puasa di Rusunawa Penggilingan ini menjadi potret indah kehidupan sosial masyarakat urban. Di tengah hiruk-pikuk dan kerasnya kehidupan kota metropolitan, nilai-nilai religius, kebudayaan, dan kebersamaan tetap tumbuh subur. Ramadan bukan hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga ruang untuk mempererat ukhuwah dan membangun harapan baru bagi kehidupan yang lebih harmonis.
Penulis : FL
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














