SUARARAKYAT.info|| Maros, Sulawesi Selatan — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) meningkatkan intensitas operasi pencarian terhadap pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian, TNI AU mengerahkan helikopter tempur angkut H225M Caracal serta puluhan personel Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) ke wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Pesawat tersebut diketahui mengangkut 10 orang, terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang, sebelum akhirnya kehilangan komunikasi ketika memasuki fase pendekatan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Berdasarkan data terakhir yang diterima otoritas penerbangan, posisi pesawat tercatat berada pada koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur, yang mengarah ke kawasan pegunungan dan hutan di wilayah Maros.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, dalam keterangannya menyampaikan bahwa satu unit helikopter H225M Caracal telah diterbangkan dari Lanud Sultan Hasanuddin menuju sektor pencarian utama. Helikopter tersebut dipiloti oleh Pilot in Command (PIC) Kapten Pnb Rahman, dengan membawa kru dan perlengkapan pendukung misi Search and Rescue (SAR).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Helikopter Caracal kami kerahkan untuk menjangkau area yang sulit diakses jalur darat. Fokus utama saat ini adalah memperluas cakupan pencarian udara sekaligus mendukung pergerakan tim di lapangan,” ujar Nyoman.
Tidak hanya mengandalkan kekuatan udara, TNI AU juga mengerahkan 82 personel darat yang berasal dari Yon Parako 473 Kopasgat, unsur Divisi Arhanud Kopasgat, personel Lanud Sultan Hasanuddin, serta didukung satu unit kendaraan VCP (Vehicle Command Post). Seluruh unsur tersebut bergabung dalam tim SAR gabungan bersama Basarnas, Polres Maros, dan Kodim 1422/Maros.
Seluruh kekuatan kini telah terpusat di Posko Lapangan Bantimurung, yang dijadikan pusat komando dan koordinasi operasi pencarian. Lokasi ini dipilih karena strategis dan berdekatan dengan wilayah yang diduga menjadi jalur terakhir pesawat sebelum hilang kontak.
“Koordinasi lintas instansi terus kami perkuat. Setiap perkembangan sekecil apa pun di lapangan langsung dilaporkan dan dianalisis bersama agar proses pencarian berjalan efektif dan cepat,” tambah Nyoman.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan bahwa seluruh prosedur penanganan darurat penerbangan telah dijalankan sejak awal insiden. Begitu komunikasi dengan pesawat terputus, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center langsung menetapkan status Detresfa, yakni fase darurat tertinggi dalam sistem keselamatan penerbangan internasional.
Penetapan status Detresfa menjadi dasar hukum dan operasional untuk mengaktifkan operasi pencarian dan pertolongan secara penuh, melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari, menjelaskan bahwa koordinasi intensif langsung dilakukan antara AirNav Indonesia, Basarnas, TNI AU, pihak operator penerbangan, serta otoritas bandara.
“Begitu terjadi loss contact, kami langsung mengaktifkan mekanisme darurat. Fokus kami adalah memastikan pencarian dan pertolongan berjalan optimal, cepat, dan terkoordinasi,” tegas Endah.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung. Faktor cuaca, kontur geografis yang sulit, serta wilayah hutan lebat di Maros menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR gabungan. Namun demikian, pemerintah dan seluruh unsur terkait menegaskan komitmennya untuk mengerahkan seluruh kemampuan terbaik demi menemukan pesawat beserta seluruh penumpang dan awaknya.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang bagi tim SAR untuk bekerja secara maksimal. Pemerintah berjanji akan menyampaikan perkembangan resmi secara berkala kepada publik.
Penulis : Ajid
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














