PKHI Komitmen Bergerak Pulihkan Mental Korban Bencana di Sumatera, Fokus pada Trauma Psikologis Pascamusibah

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 06:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta — Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) menyampaikan duka cita mendalam atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Bencana tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik berupa runtuhnya rumah dan hilangnya harta benda, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang berat bagi masyarakat terdampak.Kamis (18/12/2025)

Dalam pernyataan resminya, PKHI menegaskan bahwa bencana selalu menghadirkan dampak berlapis. Selain penderitaan material, korban juga harus menghadapi tekanan mental berupa rasa kehilangan, ketidakpastian masa depan, shock, hingga trauma mendalam yang kerap luput dari perhatian publik.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKHI, Avifi Arka, Ph.D., bersama Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat DPP PKHI, Joko Purnomo, menekankan bahwa fase pascabencana merupakan periode krusial yang menentukan proses pemulihan masyarakat secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pascabencana, tantangan terbesar bukan hanya membangun kembali rumah yang runtuh, tetapi membangkitkan kembali mental dan harapan masyarakat yang tengah rapuh. Luka psikologis sering kali tidak terlihat, namun dampaknya sangat nyata dan bisa berlangsung lama jika tidak ditangani dengan tepat,” ujar Avifi Arka.

PKHI menaruh perhatian khusus terhadap kondisi psikologis masyarakat Aceh. Menurut PKHI, bencana yang terjadi berpotensi membangkitkan kembali memori kolektif atas tragedi besar Tsunami Aceh 2004. Trauma lama yang belum sepenuhnya pulih dapat muncul kembali ketika masyarakat menghadapi bencana baru, sehingga memperberat kondisi mental dan emosional korban.

“Trauma lama bertemu luka baru. Ini adalah kondisi yang sangat sensitif dan membutuhkan pendekatan pemulihan mental yang profesional, empatik, serta berkelanjutan,” tambah Avifi.

Sebagai organisasi yang bergerak di bidang kesehatan mental, PKHI menyatakan kesiapan penuh untuk terlibat aktif dalam upaya pemulihan psikososial masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Selama ini, PKHI telah menjalin kemitraan strategis dengan berbagai kementerian Republik Indonesia, antara lain Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Kementerian Sosial RI, serta Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Selain itu, PKHI memiliki rekam jejak panjang dalam penanganan psikososial pascabencana di berbagai wilayah Indonesia. PKHI tercatat terlibat dalam pemulihan mental korban gempa bumi di Pulau Lombok, tsunami di Palu, gempa bumi Cianjur, erupsi Gunung Merapi, serta sejumlah peristiwa kemanusiaan lainnya.

READ  Dalam Rangka HUT PPWI Ke-18: DPD PPWI Babel Menggelar Silaturahmi dan Bakti Sosial di Panti Asuhan Baiturrahman An Nur

Pengalaman tersebut, menurut PKHI, menjadi modal penting untuk memastikan setiap layanan yang diberikan berjalan secara profesional, sistematis, dan sesuai dengan standar nasional.

Sebagai bentuk nyata kepedulian, PKHI membuka dua jalur bantuan bagi masyarakat dan pihak-pihak yang ingin berkontribusi.

Pertama, donasi finansial, yang akan dialokasikan untuk kebutuhan darurat, pemulihan warga terdampak, serta mendukung operasional relawan PKHI di lapangan. PKHI menegaskan bahwa tidak ada donasi yang terlalu kecil, karena setiap kontribusi memiliki arti besar bagi proses kebangkitan korban bencana.

Kedua, PKHI menyediakan layanan dukungan psikososial dan hipnoterapi secara gratis. Para hipnoterapis PKHI akan diterjunkan untuk memberikan pendampingan psikososial, stabilisasi emosi pascabencana, serta sesi hipnoterapi guna membantu mengurangi trauma, kecemasan, dan tekanan psikologis yang dialami korban.

PKHI juga menyatakan kesiapan untuk menurunkan sekitar 200 hipnoterapis profesional berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI ke lokasi pengungsian, setelah memperoleh izin dari pihak berwenang. Layanan ini dirancang agar aman, terstandar, dan berfokus pada pemulihan mental jangka pendek maupun jangka panjang.

“Kami percaya bahwa memulihkan jiwa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari memulihkan kehidupan,” tegas Joko Purnomo.

PKHI menilai bahwa kehadiran relawan dan dukungan masyarakat luas memiliki makna yang sangat besar bagi para korban. Di tengah duka dan kehilangan, uluran tangan sesama anak bangsa mampu menyalakan kembali keyakinan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi cobaan.

“Donasi bukan sekadar bantuan materi. Ia adalah pesan kemanusiaan, bahwa harapan masih ada dan bangsa ini tidak pernah membiarkan saudaranya berjuang sendirian,” ujar pernyataan resmi PKHI.

Ke depan, PKHI menyatakan akan terus bergerak bersama para relawan, pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta berbagai lembaga kemanusiaan lainnya untuk memastikan proses pemulihan masyarakat terdampak berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran.

PKHI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendoakan para korban agar diberikan kekuatan, ketabahan, dan jalan terbaik dalam menghadapi masa sulit ini.

Untuk informasi lebih lanjut terkait program bantuan dan donasi, masyarakat dapat menghubungi Call Centre PKHI di nomor 0853-3924-0000.

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peresmian Kantor Advokat Ikhwan, S.H. & Partners serta DPD LBH CCI Meranti, Siap Berikan Pendampingan Hukum bagi Masyarakat
Kolaborasi PT Amerta Indah Otsuka Mempelopori Masyarakat Hidup Sehat dan Aktif
Kapolsek Rangsang Kembali Laksanakan Penanaman Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Peringati HUT ke-15, GRIB Jaya Meranti Gelar Reboisasi Mangrove dan Bansos untuk Warga Pesisir
Penutupan Panglong Arang di Meranti Picu Polemik, Pengawasan Instansi Terkait Dipertanyakan
Dinas Sosial Kota Sorong Kunjungi Yayasan Kasih Agape, Siap Perkuat Penanganan ODGJ
Perkuat Struktur Organisasi, DPC GRIB Jaya Pelalawan Serahkan Mandat Ke 4 PAC Kecamatan
Sentuhan Kasih Persit KCK PD XVIII/Kasuari Hadir Menguatkan Keluarga Prajurit
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 03:12 WIB

Peresmian Kantor Advokat Ikhwan, S.H. & Partners serta DPD LBH CCI Meranti, Siap Berikan Pendampingan Hukum bagi Masyarakat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:08 WIB

Kolaborasi PT Amerta Indah Otsuka Mempelopori Masyarakat Hidup Sehat dan Aktif

Jumat, 15 Mei 2026 - 03:29 WIB

Kapolsek Rangsang Kembali Laksanakan Penanaman Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:54 WIB

Peringati HUT ke-15, GRIB Jaya Meranti Gelar Reboisasi Mangrove dan Bansos untuk Warga Pesisir

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:56 WIB

Penutupan Panglong Arang di Meranti Picu Polemik, Pengawasan Instansi Terkait Dipertanyakan

Berita Terbaru