SUARARAKYAT.info||SUKABUMI – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, kembali mencatatkan capaian positif dalam pengembangan sektor pertanian desa. Pada Rabu, (17/12/2025).Bumdes Cijalingan sukses melaksanakan panen raya bawang merah setelah melalui masa tanam selama kurang lebih 60 hari. Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan potensi besar pertanian lokal, tetapi juga menjadi bukti nyata upaya desa dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis sumber daya sendiri.
Direktur Bumdes Cijalingan, Misbahudin yang akrab disapa Husin, menyampaikan bahwa panen raya bawang merah tersebut merupakan hasil dari perencanaan yang matang, pengelolaan yang disiplin, serta kerja sama yang solid antara pengurus Bumdes dan masyarakat desa. Sejak awal, program budidaya bawang merah ini dirancang sebagai salah satu langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan pertanian desa sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi warga.
“Alhamdulillah, hasil panen bawang merah kali ini cukup memuaskan. Mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen berjalan sesuai dengan perencanaan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan sektor pertanian desa,” ujar Misbahudin saat ditemui di lokasi panen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelaksanaannya, Bumdes Cijalingan menerapkan sistem tanam estafet, yaitu pola penanaman yang dilakukan secara bertahap. Sistem ini memungkinkan panen dilakukan secara berkelanjutan, tidak terpusat pada satu waktu saja. Dengan demikian, pasokan bawang merah dari Desa Cijalingan dapat terus tersedia di pasar, sekaligus mengurangi risiko fluktuasi harga yang kerap merugikan petani.
Menurut Misbahudin, sistem estafet ini juga memberikan keuntungan dari sisi manajemen produksi dan pemasaran. Dengan jadwal panen yang berkesinambungan, Bumdes dapat lebih mudah mengatur distribusi hasil panen dan menjaga kualitas bawang merah yang dipasarkan.
Keberhasilan panen raya tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Desa Cijalingan, Joppy. Ia menilai program budidaya bawang merah yang dikelola Bumdes sangat relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Sukabumi. Selama ini, kebutuhan bawang merah di wilayah Sukabumi masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah, yang kerap menyebabkan harga di pasaran menjadi tinggi dan tidak stabil.
“Kebutuhan bawang merah di Sukabumi cukup besar. Dengan adanya produksi dari desa sendiri, kami berharap dapat membantu menekan harga di pasaran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan warga Desa Cijalingan,” kata Joppy.
Lebih lanjut, Joppy menegaskan bahwa hasil panen bawang merah dari Bumdes Cijalingan telah memiliki pasar yang jelas. Sejumlah mitra dan pengepul telah menyatakan kesiapan untuk menampung hasil panen, sehingga keberlanjutan program ini dinilai memiliki prospek yang sangat baik. Kepastian pasar tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga semangat petani dan keberlangsungan usaha Bumdes.
Panen raya bawang merah ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemerintah Desa Cijalingan dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Melalui pengelolaan Bumdes yang profesional, desa tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ke depan, Bumdes Cijalingan berencana untuk terus mengembangkan sektor pertanian dengan memperluas lahan tanam bawang merah, meningkatkan kualitas produksi, serta melibatkan lebih banyak warga desa dalam setiap tahapan kegiatan. Dengan sinergi antara pemerintah desa, Bumdes, dan masyarakat, Desa Cijalingan optimistis dapat menjadi salah satu sentra produksi bawang merah di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.
Melalui capaian ini, Bumdes Cijalingan berharap dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Penulis : Edi
Editor : Red-01
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














