Pendidikan Holistik Menjadi Dasar Merawat Keharmonisan Beragama

- Penulis

Kamis, 27 November 2025 - 03:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta- Indonesia di kenal dengan multikultural serta plural, hidup berbagai suku, ras, bahasa dan agama. Identitas ini harus terus dijaga, dilestarikan dan dirawat oleh seluruh elemen bangsa.

Tak pelak hidup keberagaman adalah sebuah kenyataan yang harus dijalanin untuk mencapai sebuah toleransi keharmonisan antara sesama anak bangsa. Untuk itu prinsip-prinsip kemerdekaan, toleransi dan kebebasan dalam memeluk agama senantiasa harus dihormati dari aspek sosial-budaya-kearifan lokal.

Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana cara merawat kebhinekaan keharmonisan umat beragama di Indonesia, redaksi suararakyat.info berhasil mewawancarai Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) Xs. Ir. Budi Santoso Tanuwibowo, M. M, di Jakarta, pada Kamis (27/11/2026). Berikut petikannya.

(SR): Bagaimana anda melihat peran tokoh agama dalam merawat harmonisasi antar umat beragama di Indonesia?


(BST): Untuk merawat harmonisasi antar umat beragama, setidaknya ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, menggunakan setiap kesempatan bersama umat untuk menekankan inti ajaran agama sejatinya diperuntukan untuk kedamaian, kesejahteraan, kebahagiaan dan keharmonisan seluruh umat manusia, bukan terbatas pada umat agama tertentu saja.

Khusus dalam agama Khonghucu ditekankan bahwa di empat penjuru lautan semua manusia bersaudara dan Agama untuk manusia dan kemanusiaan. Kedua keluar kita selalu diingatkan untuk berpegang pada prinsip Tepasalira, apa yang diri sendiri tiada inginkan, jangan lakukan atau diberikan pada orang lain. Saling menenggang dan menghormat satu sama lain


(SR): Upaya apa yang harus dilakukan untuk mencapai keharmonisan dalam kehidupan bernegara dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika?

(BST): Upaya yang harus dilakukan pertama adalah pendidikan holistis.

Tidak saja pengetahuan tetapi juga etika moral, budi pekerti dan kesetaraan dalam segala hal. Sehingga mampu melihat manusia tidak tersekat oleh etnisitas, budaya, gender, keyakinan.

Yang kedua harus ada keadilan dalam segala hal, hukum, sosial, politik, pendidikan, ekonomi dll. Ketiga perlu sering ada perjumpaan.

Keempat harus mendidik masing-masing umat agar sadar bahwa agama untuk manusia. Bukan manusia untuk agama

(SR) : Apa strategi yang harus dilakukan agar penguatan peran lintas agama bisa terwujud khusus dalam toleransi beragama?

(BST): Pertama pemerintah harus cepat hadir bila ada gejala yang bisa menimbulkan ketidakharmonisan, dan sekaligus melakukan koreksi yang diperlukan.

Para tokoh agama harus mampu meredam gejolak yang mungkin terjadi, mengkomunikasikannya ke para pihak. Terutama yang berwenang, agar tidak meluas dan melebar

(SR): Bagaimana anda melihat kehidupan beragama di Indonesia sepanjang tahun 2025?

(BST): Memang tidak terlihat ada letupan yang berpotensi membahayakan. Tetapi bila kehidupan masyarakat tidak bisa diatasi dari kesulitan ekonomi, lapangan kerja, kesejahteraan, tetap ada potensi yang mengkhawatirkan. Maka amanat pada alinea 4 Mukadimah UUD NKRI 1945 harus segera diwujudkan.

(s handoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pakar Hukum Kristianto Manullang: Menanti Keppres Prabowo, Polemik Status Ibu Kota Negara Kembali Menghangat Pasca Putusan MK
Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi
Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja
17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman
252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota
321 WNA Digulung di Hayam Wuruk, Polri Bongkar Dugaan Sindikat Judi Online dan Penipuan Daring Internasional Bernilai Miliaran Rupiah
TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Jadi Bukti Nyata Soliditas TNI-Polri dan Rakyat Kompak Bangun Kampung Tanah Rubuh
Kodaeral XIV Sorong Gelar Persami Korps Kadet Republik Indonesia Gelombang V
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:01 WIB

Pakar Hukum Kristianto Manullang: Menanti Keppres Prabowo, Polemik Status Ibu Kota Negara Kembali Menghangat Pasca Putusan MK

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:11 WIB

Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:07 WIB

Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja

Senin, 11 Mei 2026 - 14:16 WIB

17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 11 Mei 2026 - 11:01 WIB

252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota

Berita Terbaru