Prof. Sutan Nasomal Desak Pemerintah Segera Bangun Tol Lintas Selatan: Bopunjur Tak Bisa Menunggu Lebih Lama

- Penulis

Selasa, 25 November 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| BOGOR— Harapan masyarakat Bogor–Puncak–Cianjur (Bopunjur) untuk terbebas dari kemacetan kronis kembali mengemuka. Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SE., SH., MH., pakar hukum internasional sekaligus ekonom nasional, menegaskan bahwa pembangunan Jalan Tol Lintas Selatan Ciawi–Cipanas–Cianjur merupakan kebutuhan mendesak yang sudah hampir satu dekade ditunggu masyarakat.

Dalam pernyataannya kepada para pemimpin redaksi media nasional dan internasional, melalui sambungan telepon dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di Jakarta pada semin (25/11/2025), Prof. Sutan menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto adalah sosok yang paling diharapkan mampu mewujudkan proyek vital tersebut.

“Rakyat Bopunjur sudah terlalu lama menanggung kemacetan tanpa solusi. Di era Presiden Prabowo Subianto yang dikenal sangat dekat dengan rakyat, kami berharap pembangunan jalan tol ini benar-benar direalisasikan. Insya Allah, beliau mendengar aspirasi masyarakat,” ujar Prof. Sutan.

Kemacetan 15 Tahun yang Tak Kunjung Usai

Wilayah selatan Jawa Barat, khususnya jalur Bogor–Ciawi–Puncak–Cianjur, telah menjadi titik kemacetan parah selama lebih dari 15 tahun. Arus kendaraan pada akhir pekan bahkan dapat mencapai 150.000 unit, menyebabkan perjalanan dari Bogor menuju Puncak memakan waktu lebih dari tiga jam. Bila diteruskan menuju Cianjur, waktu tempuh bisa membengkak hingga enam jam karena penumpukan kendaraan di Gadog, Megamendung, Cisarua, hingga Tugu Puncak.

“Situasi ini tidak bisa dibiarkan. Akses yang buruk menghambat pertumbuhan ekonomi dan mematikan minat wisatawan maupun pelaku usaha menuju Cipanas dan Cianjur,” tegas Prof. Sutan.

Prof. Sutan menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Bogor, Ciawi, Caringin, Cigombong, Cisarua, Cipanas hingga Cianjur. Menurutnya, keberadaan jalur bebas hambatan ini akan menjadi lompatan besar untuk ekonomi Jawa Barat bagian selatan.

“Jika tol ini terwujud, perjalanan Bogor–Cianjur bisa hanya satu jam. Ini akan mengubah peta pembangunan, membuka peluang industri baru, dan mempercepat distribusi barang antarwilayah,” imbuhnya.

Selain itu, Prof. Sutan menilai pengalaman serupa telah terbukti melalui jalur pantura. Tol Jakarta–Cikampek–Bandung yang menjadi jalur vital kini mengalami kepadatan luar biasa hingga tak lagi memberikan kenyamanan bagi pengguna. Maka, pembangunan tol alternatif di jalur selatan dianggap sebagai solusi strategis.

Prof. Sutan menyerukan agar Presiden RI segera memprioritaskan pembangunan tol ini demi kepentingan masyarakat luas.

“Kawasan selatan Jawa Barat tidak boleh diabaikan. Jika Presiden Prabowo ingin mengharmoniskan pembangunan nasional, maka sarana dan prasarana seperti jalan tol harus ditempatkan sebagai prioritas utama.”

Menurutnya, keberadaan tol tersebut juga akan mendorong pemekaran daerah, mempercepat distribusi logistik antarkota, serta menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi Jawa Barat. Potensi industri, pariwisata, hingga perumahan akan berkembang pesat jika akses transportasi diperbaiki.

Prof. Sutan yang juga Presiden Partai Oposisi Merdeka serta Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus itu menutup pernyataannya dengan harapan besar:
“Semoga Presiden RI mengutamakan dan memberi perhatian penuh untuk pembangunan jalan tol di wilayah selatan Jawa Barat. Rakyat Bopunjur sudah menunggu terlalu lama.”Tutupnya

(SR)

READ  Tingkatkan Skill SDM Indonesia di Level Dunia, APPINDO-IASE Luncurkan Pelatihan Bersandar Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pakar Hukum Kristianto Manullang: Menanti Keppres Prabowo, Polemik Status Ibu Kota Negara Kembali Menghangat Pasca Putusan MK
Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi
Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja
17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman
252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota
321 WNA Digulung di Hayam Wuruk, Polri Bongkar Dugaan Sindikat Judi Online dan Penipuan Daring Internasional Bernilai Miliaran Rupiah
TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Jadi Bukti Nyata Soliditas TNI-Polri dan Rakyat Kompak Bangun Kampung Tanah Rubuh
Kodaeral XIV Sorong Gelar Persami Korps Kadet Republik Indonesia Gelombang V
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:01 WIB

Pakar Hukum Kristianto Manullang: Menanti Keppres Prabowo, Polemik Status Ibu Kota Negara Kembali Menghangat Pasca Putusan MK

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:11 WIB

Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:07 WIB

Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja

Senin, 11 Mei 2026 - 14:16 WIB

17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 11 Mei 2026 - 11:01 WIB

252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota

Berita Terbaru