Kabupaten Sorong Aimas – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Sorong sejak 14 September 2025, mengakibatkan bencana banjir di lima distrik. Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat,
banjir yang mulai terjadi pada 15 September pukul 03.00 WIT ini menyebabkan sekitar 1.500 Kepala Keluarga (KK) dari 10 kampung terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bencana Bancir di Kabupaten Sorong Mariat pada tanggal 17 September 2025 itu, melanda sejumlah distrik yaitu, Mayamuk, Malabotom, dan Sayosa Timur. Puncak banjir terjadi pada pukul 10.00 WIT di hari yang sama, mengakibatkan terputusnya akses transportasi, termasuk pada ruas jalan provinsi Sorong–Aimas.
Dampak Kerusakan dan Korban, Data sementara per 16 September 2025 mencatat sejumlah dampak signifikan,Sekitar 100 unit rumah terendam dengan ketinggian genangan antara 50 cm hingga 1,5 meter.
Sebanyak 250 KK terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.Satu fasilitas pendidikan, SD YPPK St. Fransiskus Aimas, juga ikut terdampak.Infrastruktur jalan sepanjang 15 Km mengalami kerusakan atau terputus.

Lahan pertanian seluas 50 Hektar mengalami kerusakan.Untungnya, tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan dalam musibah ini.
Upaya Tanggap DaruratBPBD Kabupaten Sorong telah mengambil sejumlah langkah penanganan, Menyalurkan bantuan logistik darurat seperti beras, makanan siap saji, air bersih, selimut, terpal, dan tenda.
Mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) sebanyak 60 personel untuk masa tanggap darurat selama 14 hari.
Membuka posko utama di Distrik Aimas dan berkoordinasi dengan tokoh adat untuk meredam potensi ketegangan sosial.
Melibatkan TNI, POLRI, PMI, serta relawan dari Karang Taruna, MDMC, Ansor Banser, dan UMKM dalam proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Kendala dan Rencana Tindak Lanjut
Beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan logistik, akses jalan yang masih terendam, dan respons awal pemerintah daerah yang dinilai belum optimal.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Kabupaten Sorong merencanakan:
0-3 Hari: Distribusi bantuan logistik lanjutan dan pemantauan genangan.
H+3 hingga H+7: Pembersihan lumpur dan sampah pascabanjir bersama Dinas PUPR dan masyarakat.
Jangka Menengah: Normalisasi sistem drainase dan peningkatan sistem peringatan dini banjir.
Laporan ini disampaikan secara resmi kepada BNPB, Pemerintah Kabupaten Sorong, dan pemangku kepentingan terkait untuk mengkoordinasikan upaya darurat dan pemulihan pascabencana.














