Kota Sorong — Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong, Nelson Edison Hara, secara simbolis menyerahkan bantuan ternak sapi kepada Orang Asli Papua (OAP) dalam program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian bertema “Bersama Kita Wujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Asli Papua.”
Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Sarawata, Kelurahan Klablim, Distrik Klaurung, Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (31/10/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Wali Kota Septinus Lobat menyampaikan bahwa pemerintah kota terus berkomitmen memperhatikan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat asli Papua.
“Kami tidak ingin banyak bicara, tetapi ingin bekerja nyata. Kota Sorong harus bersih, nyaman, dan bebas banjir. Ketika lingkungan tertata, masyarakat bisa hidup dengan senang dan menikmati keindahan kota kita,” ujar Wali Kota.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus membenahi infrastruktur jalan agar aktivitas masyarakat semakin aman dan nyaman.
“Saya harap kerja sama dari semua pihak—tokoh masyarakat, kepala distrik, dan kelurahan—agar pembangunan berjalan baik demi kesejahteraan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kadis Pertanian, Nelson Edison Hara, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat asli Papua. Sebanyak 40 ekor sapi diserahkan kepada enam kelompok peternak di wilayah Distrik Sorong Timur, dengan masing-masing kelompok beranggotakan 15 orang.
“Bantuan ini terdiri dari sapi jantan dan betina, dengan harapan bisa dikembangkan menjadi usaha ternak yang produktif dan berkelanjutan bagi keluarga,” jelas Nelson.
Selain bantuan sapi, pemerintah juga menyerahkan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa satu unit hand traktor dan mesin air untuk kelompok tani OAP. Dinas Pertanian akan terus melakukan pendampingan, penyuluhan, dan pengawasan agar penerima manfaat dapat mengelola bantuan secara efektif.
“Kami berharap bantuan ini menjadi titik awal perubahan ekonomi keluarga dan masyarakat asli Papua. Kami ingin mereka bisa bertani dan beternak secara efisien sehingga hasilnya dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup,” pungkasnya.
Program ini juga menjangkau tiga kampung binaan pemerintah kota, yakni Kampung Susu, Kampung Perawata, dan Kampung Selesai, yang memiliki lahan subur dan potensial untuk pengembangan sektor pertanian dan peternakan.
Melalui langkah nyata ini, Pemerintah Kota Sorong menegaskan komitmennya dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat asli Papua, sejalan dengan visi membangun kota yang maju, bersih, dan sejahtera.














