SUARARAKYAT.info||Sukabumi-Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut dan satwa yang dilindungi, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bandung melaksanakan kegiatan pelepasan anak penyu (tukik) di pesisir pantai Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.Kamis (16/10/2025)
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Bandung, Kolonel Laut (P) Erfan Indra Darmawan, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., CIQar, didampingi Danposal Ujung Genteng, Lettu Laut (P) Andri Kurniawan, serta staf administrasi penangkaran penyu Ujung Genteng. Dalam suasana yang penuh semangat dan keakraban, para prajurit TNI AL bersama masyarakat dan pengelola penangkaran secara simbolis melepaskan tukik ke laut lepas mengembalikan mereka ke habitat aslinya.
Menurut Danlanal Bandung, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL untuk mendukung pelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistem laut Indonesia, sekaligus sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat pesisir agar turut menjaga kelestarian satwa laut yang kini semakin terancam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penyu merupakan salah satu satwa laut yang dilindungi oleh undang-undang, karena populasinya kian menurun akibat perburuan, pencemaran, serta kerusakan habitat. Dengan kegiatan seperti ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa laut bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga rumah bagi keanekaragaman hayati yang harus dijaga,” ujar Kolonel Laut (P) Erfan Indra Darmawan.
Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, penyu termasuk penyu hijau (Chelonia mydas) merupakan satwa yang dilindungi secara penuh. Namun, populasi penyu di berbagai wilayah Indonesia kini semakin berkurang akibat eksploitasi berlebihan dan pencemaran lingkungan laut.
Danlanal Bandung menegaskan, kegiatan pelepasan tukik ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan bagian dari program berkelanjutan TNI AL dalam mendukung konservasi laut, termasuk melalui pembinaan pos-pos TNI AL di wilayah pesisir untuk aktif terlibat dalam kegiatan pelestarian.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa menjaga laut adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat pesisir punya peran penting dalam mengawasi, melindungi, dan melestarikan penyu serta habitatnya. Tanpa keterlibatan masyarakat, program konservasi tidak akan berjalan optimal,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Lettu Laut (P) Andri Kurniawan, Danposal Ujung Genteng, menyampaikan bahwa selama ini pihaknya bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk pengelola penangkaran penyu dan pemerintah daerah, untuk memantau perkembangan populasi tukik di kawasan Ujung Genteng. Ia juga menekankan pentingnya edukasi lingkungan kepada generasi muda agar tumbuh rasa cinta dan tanggung jawab terhadap laut.
“Kami ingin anak-anak muda di pesisir ini melihat langsung betapa pentingnya menjaga kehidupan laut. Tukik-tukik yang dilepas hari ini adalah simbol harapan bahwa laut Indonesia akan tetap hidup dan lestari,” ujar Andri.
Pelepasan tukik di Ujung Genteng menjadi momentum refleksi bersama tentang pentingnya kolaborasi antara aparat negara, lembaga konservasi, dan masyarakat. Di tengah ancaman pencemaran dan eksploitasi laut, langkah sederhana seperti melepas tukik menjadi simbol kuat dari semangat “Jaga Laut, Jaga Kehidupan”pesan moral yang dipegang teguh oleh jajaran TNI Angkatan Laut.
(Hs)














