BGN Perketat Pengawasan dan Evaluasi Dapur Tidak Menjalankan SOP

- Penulis

Jumat, 26 September 2025 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Badan Gizi Nasional atau BGN mengakui kasus-kasus keracunan pada siswa seusai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis disebabkan oleh kelalaian dalam pelaksanaan prosedur. Oleh karena itu, BGN akan bertanggung jawab dan memastikan kasus-kasus itu tak akan kembali terjadi.

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengatakan, 80 persen insiden keamanan pangan terjadi karena prosedur operasi standar (SOP) tidak dipatuhi, baik oleh mitra maupun tim BGN.

Adapun tim BGN yang dimaksud meliputi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, dan akuntan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nanik mengakui bahwa kelalaian terbesar berasal dari kurangnya pengawasan internal BGN terhadap operasional dapur di lapangan. Pihaknya mengaku bersalah dan bertanggung jawab penuh atas insiden keamanan pangan yang menimpa anak-anak peserta program.

“Kesalahan juga terbesar adalah pada kami, di mana kami berarti masih kurang lagi pengawasannya. Kami mengaku salah atas apa yang terjadi,” ucap  Nanik dalam agenda Insight Session with BGN, pada Jumat (26/09).

READ  Wakil Bupati Maybrat Tinjau Kerusakan Rumah Pastori GKI Bethel Sauf, Instruksikan Segera Renovasi

Sebagai langkah perbaikan, BGN tidak akan menoleransi siapa pun yang melanggar SOP di masa mendatang. Dari hasil evaluasi, ditemukan 45 dapur yang tidak menjalankan SOP dengan benar dan menjadi penyebab utama insiden.

“Ada 45 dapur kami yang ternyata tidak menjalankan SOP dan menjadi penyebab terjadinya insiden keamanan pangan. Dari 45 dapur itu, 40 dapur kami nyatakan ditutup,” katanya.

Nanik mengatakan, BGN memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban yang terdampak insiden tersebut. Tanggung jawab ini juga berlaku bagi orang tua yang mungkin ikut mengonsumsi dan mengalami masalah kesehatan.

Selain itu, Nanik juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para kepala daerah, untuk ikut serta mengawasi operasional dapur MBG. Ia berharap kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali di masa depan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bhayangkari Polrestabes Surabaya Hijaukan Lingkungan Asrama Polisi Koblen
Polres Bojonegoro Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Buruh Jelang May Day
Polri Berhasil Bongkar Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools, Kerugian Capai Rp350 Miliar
Polda Jatim Tindak Tegas Produsen MinyaKita Nakal, Isi Tak Sesuai Kemasan
Polda Jatim Ungkap Produksi MinyaKita Ilegal, Empat Orang Ditetapkan Tersangka
Wakapolri: Hibah Lahan Mako Brimob Perkuat Keamanan Masyarakat dan Proyek Strategis Nasional di Kolaka
Kabaharkam Polri di Kediri: Teknologi Penting, Tapi Kehadiran Polisi Tetap Utama
Alumni Seba Milsuk IV Polri Reuni Di Obyek Wisata Tirta Gangga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 00:21 WIB

Bhayangkari Polrestabes Surabaya Hijaukan Lingkungan Asrama Polisi Koblen

Kamis, 23 April 2026 - 00:18 WIB

Polres Bojonegoro Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Buruh Jelang May Day

Kamis, 23 April 2026 - 00:14 WIB

Polri Berhasil Bongkar Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools, Kerugian Capai Rp350 Miliar

Rabu, 22 April 2026 - 02:12 WIB

Polda Jatim Tindak Tegas Produsen MinyaKita Nakal, Isi Tak Sesuai Kemasan

Rabu, 22 April 2026 - 02:06 WIB

Polda Jatim Ungkap Produksi MinyaKita Ilegal, Empat Orang Ditetapkan Tersangka

Berita Terbaru