SUARARAKYAT.info||Selatpanjang-Perkumpulan Putra Meranti Luar Negri (PPMLN) Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menunjukkan kiprahnya dalam mendampingi keluarga pekerja migran. Bertempat di Sekretariat PPMLN di Jalan Pelabuhan I, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebingtinggi, BP3MI Riau bersama PPMLN Meranti menyelenggarakan pelatihan rehabilitasi dan reintegrasi sosial yang diikuti oleh para istri pekerja migran Indonesia (PMI).Rabu (18/9/2025)
Pelatihan ini menjadi wadah penting bagi kaum ibu yang ditinggalkan suami mereka bekerja di luar negeri. Ketua Umum PPMLN Meranti, Hasbi Kurniallah, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada BP3MI Riau, yang kali ini diwakili oleh Ibu Ana beserta jajaran. Ia menegaskan bahwa kehadiran BP3MI sudah berkali-kali memberikan dukungan, baik dalam bentuk pelatihan maupun sosialisasi, untuk mendukung keluarga PMI di Meranti.
“Program rehabilitasi dan reintegrasi sosial ini sangat penting, bukan hanya untuk menambah wawasan para istri PMI, tetapi juga untuk memperkuat peran mereka dalam mengawasi tumbuh kembang anak-anak di tengah derasnya pengaruh dunia digital. Kami juga bersyukur diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dialami para PMI, sekaligus mengingatkan bahwa kontribusi mereka terhadap ekonomi daerah tidak kecil. Minimal Rp25 miliar per bulan bisa diserap dari gaji pekerja migran kita, baik yang dikirim maupun dibawa pulang untuk keluarga,” ungkap Hasbi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan nasib PMI dan keluarganya dengan menghadirkan program-program prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan mereka.
Senada dengan Hasbi, Sekretaris PPMLN Meranti, Umarul Ahmad, juga mengucapkan apresiasi kepada BP3MI Riau atas kepeduliannya. Ia menuturkan, dalam tiga tahun terakhir, BP3MI tidak pernah absen hadir mendampingi dan memberikan pembinaan bagi keluarga PMI di Meranti.
Acara yang berlangsung penuh keakraban ini turut menghadirkan narasumber berkompeten untuk memberikan materi seputar penguatan kapasitas keluarga, perlindungan anak, serta strategi menghadapi tantangan sosial di era digital. Kehadiran perwakilan dari Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Sosial, serta Dinas Pemberdayaan Anak semakin menegaskan sinergi lintas sektor dalam mendukung keberlangsungan hidup keluarga pekerja migran.
Melalui kegiatan ini, PPMLN Meranti berharap para istri PMI mampu lebih percaya diri, mandiri, dan siap menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun keluarga. Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan menjadi jembatan aspirasi agar kebijakan pemerintah daerah semakin berpihak kepada pekerja migran dan keluarganya, yang terbukti memiliki peran vital dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
(Umarul)














