SUARARAKYAT.info||Sukabumi-Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menggelar sayembara dengan reward sebesar Rp1 juta jika masyarakat melaporkan adanya Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan Para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Sukabumi.
Sayembara ini disampaikan Ayep Zaki depan awak media dalam pembukaan turnamen mini soccer dalam rangka Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tingkat kota Sukabumi di LJA Sport Junior Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi pada Sabtu (6/9/2025).
Walikota Sukabumi Ayep Zaki mengajak masyarakat kota Sukabumi untuk terus berpartisipasi aktif, salah satunya dengan melaporkan jika ada aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipimpinnya tersebut melakukan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi masyarakat atau media berikan data yang valid sama saya kalau ada maling di kota Sukabumi. Laporkan,” ungkap Wali Kota Ayep Zaki.
Ayep Zaki menegaskan Jika memang ada laporan dari masyarakat dan ada bukti yang kuat dirinya sendiri yang akan melaporkan langsung ke kejaksaan.
“Saya sendiri yang akan melaporkan langsung kepada kejaksaan jika memang ada KKN tersebut,” tegasnya.
“Tindakan maling tersebut bisa berupa manipulasi data terkait dengan Billboard, reklame, bisa dalam bidang pajak dan lain sebagainya,” tambahnya.
Selain itu, Wali Kota Ayep Zaki juga mengajak elemen masyarakat kota Sukabumi untuk berlaku jujur dan amanah.
“Mulai dari eksekutif, legislatif, wartawan, ormas dan seluruh masyarakat mari kita berlaku jujur dan amanah,” ajaknya.
Ayep Zaki merasa bergembira karena elemen masyarakat kota Sukabumi sudah mulai adanya sikap kebersamaan.
“Dengan kebersamaan ini, saya akan bangun dan berusaha meningkatkan fiskal atau pendapatan asli daerah (PAD) kota Sukabumi,” tandasnya.
Ayep Zaki berharap Kalau PAD kota besar, tentu saja bisa menganggarkan atau diposkan kepada semua steakholder yang ada di kota Sukabumi.
“Sehingga kedepannya semua SKPD bisa kita berikan anggaran yang cukup dan tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku,” harapnya.
Tidak kalah pentingnya, masih kata Ayep terkait masalah tranparansi. Ia mengajak kepada semua jajarannya untuk transparan.
“Kedepannya tidak ada lagi yang namanya dibawah meja lah, di bawah kursi lah, tetapi kita bicara semuanya diatas meja dan transparan,” ujarnya
Ayep Zaki menyampaikan Semua harus dilakukan secara transparan guna menjaga kepercayaan publik.
” Jadi masyarakat yang akan membayar pajak tidak akan ragu lagi, karena apa yang dibayarkan tersebut sesuai dengan peruntukannya. Pada akhirnya upaya untuk memperoleh PAD kota Sukabumi sebesar Rp800 miliar, InsyaAllah tercapai,” pungkasnya.
(Prim RK)














