Fabem Jawa Timur Menuntut Tanggung Jawab Kapolri serta Polda Metro Jaya, Atas Insiden Kericuhan Aksi

- Penulis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 02:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Surabaya-Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (Fabem) Jawa timur dengan tegas menuntut pertanggung jawaban dari Kapolri serta Kapolda metro jaya yang dalam kejadian aksi 28 agustus 2025 di jakarta menapilkan wajah represif dan arogan seorang polisi terhadap rakyat. Polisi yang seharusnya sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat, kini berubah sebagai alat kekuasaan pejabat dan alat kekerasan yang biadab, bahkan menjadi raja tega melindas sampai meninggal.

Tindakan aparat kepolisian yang melindas driver ojek online (ojol) hingga meninggal dunia adalah bukti bawah Polri telah kehilangan jadi dirinya. Kekerasan demi kekerasan yang dilakukan oleh oknum Anggota polisi menunjukan bahwa ini semua jauh dari nilai Hak Asasi Manusia dan konstitusi.

Fabem Jawa timur menuntut :

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Copot dan pecat Kapolri serta Polda metro jaya.

2. Usut tuntas oknum anggota polisi arogan yang tidak bisa ditoleransi dalam negara hukum.

READ  Konsolidasi Besar Laskar Merah Putih Jakarta Timur, Pengurus Baru Didorong Perkuat Legalitas dan Soliditas Organisasi

3. Reformasi menyeluru di tubuh Polri harus mutlak di lakukan, agar Polri kembali sebagai pelindung rakyat, bukan menjadi alat kekerasan serta penindasan rakyat.

” Polisi seharusnya menjadi garda depan untuk melindungi Rakyat. Namun fakta sekarang terjadi, Polri justru menunjukan wajah Raja Tega untuk melukai bahkan membunuh rakyat. Rahmat nashrullah sa’ bani wakil ketua fabem Jawa timur, menuntut pertanggung jawab Kapolri serta Polda metro jaya dan menuntut perubahan nyata dalam Polri” tegas pernyataan Rahmat

Fabem Jawa Timur menyerukam kepada seluruh elemen masyarakat sipil, mahasiswa untuk bersatu mengawal penegakan keadilan dan melawan segala bentuk kekerasan aparat polisi. Polri harus kembali sebagai fungsi asalnya, atau rakyat akan terus melawan sampai darah perjuangan habis.

(Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konferensi PWI Sukabumi Jadi Alarm: Profesionalisme Pers Tak Bisa Ditawar
Konsolidasi Besar Laskar Merah Putih Jakarta Timur, Pengurus Baru Didorong Perkuat Legalitas dan Soliditas Organisasi
Peringati HUT ke-15, GRIB Jaya Meranti Gelar Reboisasi Mangrove dan Bansos untuk Warga Pesisir
Audiensi dengan Diskominfo, PJI Kaltim Dorong Peningkatan SDM dan UKW Jurnalis
Kader PMII Maluku Sampaikan Aspirasi di Harlah ke-66, Desak Kejelasan SK Kepengurusan
Asep Pahrudin Nahkodai DPW Badak Banten, Konsolidasi Kilat Jadi Prioritas Awal
AL Washliyah Memanas , Warga dan Kader Ingin Perubahan
Semangat Fitrah Halal Bihal dan Rakorsus : DPD MIO Sukabumi Raya Perkuat Transformasi Media Digital 2026
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 06:09 WIB

Konferensi PWI Sukabumi Jadi Alarm: Profesionalisme Pers Tak Bisa Ditawar

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:30 WIB

Konsolidasi Besar Laskar Merah Putih Jakarta Timur, Pengurus Baru Didorong Perkuat Legalitas dan Soliditas Organisasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:54 WIB

Peringati HUT ke-15, GRIB Jaya Meranti Gelar Reboisasi Mangrove dan Bansos untuk Warga Pesisir

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:12 WIB

Audiensi dengan Diskominfo, PJI Kaltim Dorong Peningkatan SDM dan UKW Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 10:54 WIB

Kader PMII Maluku Sampaikan Aspirasi di Harlah ke-66, Desak Kejelasan SK Kepengurusan

Berita Terbaru