Program Makan Bergizi di SDN Parakansalak Disorot, Murid-Murid Alami Muntah dan Sakit Perut Diduga Akibat Makanan Basi

- Penulis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi- Program makan bergizi yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto kembali menuai sorotan. Kali ini, kejadian tidak mengenakkan terjadi di SDN Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sejumlah siswa yang menerima jatah makan bergizi justru mengalami muntah-muntah, sakit perut, dan pusing usai mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah pada Jumat (22/8/2025).

Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa makanan yang dibagikan kepada murid-murid sudah dalam kondisi tidak layak konsumsi. Menu yang terdiri dari tahu, tempe, serta semangka itu diduga dalam keadaan asam dan basi. Kondisi tersebut membuat banyak anak kelas 1 yang belum memahami risiko makanan basi langsung mengonsumsi, hingga akhirnya mengalami gejala sakit perut dan muntah.

“Program Prabowo makan bergizi datang ke lapangan jadi makan basi. Semangka yang dibagikan sebagian sudah buruk, dan anak-anak kelas 1 yang tidak tahu akhirnya sakit perut,” tulis salah seorang warga Parakansalak dalam unggahan yang viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluhan serupa juga datang dari orang tua murid yang khawatir dengan kualitas makanan dalam program tersebut. Mereka berharap agar pemerintah maupun pihak penyedia makanan benar-benar memperhatikan standar kebersihan, gizi, dan keamanan pangan sebelum dibagikan kepada anak-anak sekolah.

Beberapa warga juga menyoroti manajemen pelaksana program yang dinilai tidak transparan. Disebutkan bahwa alih-alih sederhana, program ini justru melibatkan banyak tenaga kerja dengan sistem yang rumit, hingga menimbulkan masalah kualitas di lapangan. “Daripada basi dipaksakan, lebih baik sederhana tapi aman. Jangan sampai murid jadi korban,” ungkap salah satu komentar warga.

READ  Rumah Milik Warga Kampung Cisayar Nyalindung Di Bongkar Kontraktor Proyek Jalan Provinsi Nyalindung–Sagaranten Tampa Ijin

Akibat kejadian ini, suasana di SDN Parakansalak sempat heboh. Sejumlah guru panik saat melihat murid-murid mengalami gejala sakit perut secara bersamaan. Orang tua yang mengetahui kabar tersebut pun segera berdatangan ke sekolah untuk memastikan kondisi anak-anak mereka.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak sekolah segera melakukan evaluasi mendalam, termasuk memeriksa penyedia katering atau dapur yang bertanggung jawab dalam distribusi makanan. Program makan bergizi yang sejatinya bertujuan menyehatkan anak-anak, jangan sampai justru membahayakan kesehatan mereka.

“Kalau tidak mampu memastikan kualitas, lebih baik jangan banyak ambil proyek. Anak-anak bukan bahan percobaan,” tegas salah seorang warga dalam pernyataan bernada kritik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait mengenai jumlah pasti murid yang terdampak dan tindak lanjut yang akan dilakukan. Namun masyarakat mendesak agar ada pertanggungjawaban serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

 

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat
Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan
Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG
Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi Tegaskan MBG Penopang Petani, Serukan Aksi Damai Bermartabat
Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan
Dessy Ratnasari Apresiasi PAUDQU Al-Kahfi Kebonpedes, Tekankan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini
Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:54 WIB

Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:31 WIB

Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:02 WIB

Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:13 WIB

Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi Tegaskan MBG Penopang Petani, Serukan Aksi Damai Bermartabat

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:43 WIB

Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan

Berita Terbaru

Berita Daerah

Api Cepat Dipadamkan, Kapolsek Kateman Puji PT Pulau Sambu di Guntung

Minggu, 28 Jun 2026 - 12:57 WIB