SUARARAKYAT.info|| Buru – Kepolisian Resor (Polres) Buru bersama Perum Bulog Kabupaten Buru menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya beras, di wilayah Kabupaten Buru. Dalam kegiatan yang dimulai sejak Selasa, 12 Agustus 2025, pihak penyelenggara menyiapkan total 14 ton beras untuk didistribusikan secara bertahap ke berbagai desa.
Program ini diawali dengan penyaluran 5 ton beras di tiga desa, yakni Desa Lala, Desa Ubung, dan Desa Jikumaras. Selanjutnya, pada Kamis, (14/8/ 2025), giliran Desa Karang Jaya yang menerima 5 ton beras. Sisa 4 ton lainnya akan didistribusikan ke desa-desa lain sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan bersama pemerintah daerah dan pihak Bulog.
Wakapolres Buru, Kompol H. Akmil Djapa, turun langsung ke lapangan memantau jalannya kegiatan di Desa Karang Jaya. Ia memastikan proses distribusi berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Kompol Akmil Djapa, sinergi antara Polres Buru, Bulog, dan pemerintah daerah ini merupakan langkah nyata untuk membantu masyarakat mengatasi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga bahan pokok, terutama beras. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan laju inflasi di Kabupaten Buru.
“Gerakan Pasar Murah ini kami laksanakan untuk membantu masyarakat yang terdampak kenaikan harga beras. Semoga dapat meringankan beban mereka, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Warga yang hadir dalam kegiatan pasar murah tersebut menyambut positif program ini. Mereka mengaku terbantu karena harga beras yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga pasar, sehingga bisa menghemat pengeluaran rumah tangga di tengah situasi ekonomi yang sulit.
Dengan distribusi yang masih akan berlanjut ke beberapa desa lainnya, Polres Buru dan Bulog menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi harga pangan, serta mengupayakan langkah-langkah konkret yang berpihak kepada kepentingan masyarakat kecil.
(Ken Bopalo)














