Suararakyat.info.Sukabumi – Para petani di Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, menyambut gembira dimulainya proyek rehabilitasi jaringan irigasi permukaan yang saat ini sedang berlangsung di wilayah mereka. Proyek yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi ini dinilai sangat bermanfaat bagi para petani yang selama ini mengandalkan sistem irigasi sebagai penopang utama sektor pertanian mereka.
Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 93.717.260,02 tersebut dikerjakan oleh pelaksana CV. Palagri dengan masa pelaksanaan selama 45 hari kalender. Berdasarkan informasi dari papan proyek, pekerjaan ini dimulai pada 14 Juli 2025 dan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2025. Lokasi proyek berada di Cipamuthi 2, Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Sukabumi.
Salah seorang warga setempat yang berprofesi sebagai petani, menyatakan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar petani. “Sudah lama saluran irigasi kami rusak dan tidak mengalir maksimal. Sekarang dengan adanya perbaikan ini, kami optimis panen ke depan bisa lebih baik,” ungkapnya kepada wartawan.selasa (5/8/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut para petani, selama bertahun-tahun para petani di wilayah tersebut seringkali mengalami kesulitan air, terutama saat musim kemarau. Kondisi itu menyebabkan hasil pertanian menurun dan berdampak langsung pada penghasilan petani. Dengan adanya rehabilitasi irigasi ini, para petani berharap pasokan air ke sawah dan lahan pertanian mereka bisa kembali lancar dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.
Masih katanya, Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Dinas PU yang telah menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Harapan kami, pengerjaan proyek dilakukan dengan maksimal dan selesai tepat waktu agar segera bisa dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya.
Di sisi lain, warga juga berharap adanya pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan proyek agar kualitas pekerjaan sesuai standar dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui program-program pembangunan seperti ini, pemerintah diharapkan semakin hadir dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan di daerah.
(Hs)














