BRIN Gelar Seminar Arkeologi Di Musium Prabu Siliwangi Pompes Al Fath Sukabumi Terkait Temuan Batu Arca di Gunung Tangkil

- Penulis

Rabu, 30 Juli 2025 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi –Penelusuran arkeologis yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama sejumlah peneliti lokal di kawasan Gunung Tangkil, Kabupaten Sukabumi, kembali mengungkap jejak penting sejarah masa lampau.

Sebuah arca batu yang telah rusak ditemukan di tengah hutan lebat, diduga berasal dari masa megalitik. Menariknya, arca ini memiliki kemiripan material dan bentuk dengan koleksi yang saat ini dipajang di Museum Prabu Siliwangi.

Pemilik Museum Prabu Siliwangi, Kh. Fajar Laksana menyampaikan, penemuan ini berawal dari observasi lapangan oleh peneliti Zubair Mas’ud, yang menemukan potongan arca saat menyusuri lereng berbatu di area yang tertutup semak belukar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa komposisi batu arca tersebut identik dengan batuan pada arca-arca yang telah dikurasi di museum.

“Berdasarkan pengamatan awal, batuan arca di Museum Prabu Siliwangi cocok dengan lokasi temuan di Gunung Tangkil,” ujar Kyai Fajar Laksana dalam seminar arkeologi, Rabu (30/7/2025).

Kyai menjelaskan, Gunung Tangkil sendiri hingga kini belum ditetapkan sebagai situs budaya resmi. Lokasinya tersembunyi, alami, dan minim intervensi manusia. Namun, sejumlah temuan baru mengindikasikan bahwa kawasan ini memiliki nilai sejarah tinggi.

“Selain arca, tim juga menemukan batu menhir di Desa Tugu, serta jejak serupa di Gunung Karang — memperkuat dugaan bahwa wilayah ini pernah menjadi pusat peradaban megalitik,”ujar pria yang juga merupakan Pimpinan Ponpes Dzikir Alfath Sukabumi itu.

Tak hanya peninggalan batu, sambung kyai, ratusan pecahan keramik dari abad ke-10 hingga ke-20 juga ditemukan oleh ahli keramik yang terlibat dalam riset tersebut.

“Temuan ini menjadi bukti kuat bahwa Gunung Tangkil pernah menjadi bagian dari jalur perdagangan maritim antara Nusantara dan Tiongkok,”tambahnya.

READ  Tragis, Bocah yang Hilang Diterkam Buaya di Dusun Air Layang Ditemukan Meninggal

Atas penemuan itu, BRIN telah mengusulkan agar fragmen keramik dan artefak lain yang ditemukan dapat dipajang di ruang pamer khusus di museum, guna mengedukasi masyarakat tentang sejarah perdagangan kuno di kawasan tersebut.

“Sebagai langkah lanjutan, BRIN merencanakan ekspedisi kembali ke lokasi pada awal September mendatang dengan membawa teknologi pemetaan canggih seperti drone dan LIDAR,”ungkapnya.

Teknologi ini, kata kyai, diharapkan dapat mengungkap keberadaan struktur batuan yang kemungkinan besar disusun secara arsitektural oleh manusia purba.

“Ketertarikan terhadap situs ini juga datang dari kalangan akademisi, termasuk Prof. Ali Akbar dari Universitas Indonesia, yang dikenal sebagai tokoh penting dalam riset situs Gunung Padang,”imbuhnya.

Ia menilai ada kemungkinan keterkaitan antara Gunung Tangkil dan situs Gunung Padang, serta menyambut baik wacana riset kolaboratif lanjutan.

“Meski belum berstatus sebagai situs resmi, Gunung Tangkil saat ini masih menjadi lokasi aktivitas budaya masyarakat setempat,”terangnya.

Beberapa warga diketahui rutin melakukan ritual adat di titik-titik tertentu, yang oleh para peneliti disebut sebagai bentuk budaya berlanjut—warisan leluhur yang masih hidup hingga kini.

“Awalnya kami hanya ingin memverifikasi asal koleksi museum, namun justru menemukan potensi situs megalitik yang baru. Harapannya, ini bisa menjadi cagar budaya di masa depan,”harapnya.

Para peneliti kini menyerukan kepada pemerintah daerah maupun pusat untuk segera meninjau status kawasan Gunung Tangkil.

“Penetapan sebagai situs cagar budaya dinilai penting demi menjaga warisan sejarah dan identitas budaya yang mulai tersingkap dari balik rimbunnya hutan Sukabumi,” tandasnya.

 

(Prim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Lomba Menembak CFD Bengkalis Gairahkan Semangat Olahraga dan Kebersamaan
Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Berikan Pengecatan Akhir untuk MCK yang Lebih Indah
Pemimpin Siak Turun Langsung ke Masyarakat, Hardiknas Jadi Momentum Dengar Aspirasi Warga
Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Bersama Warga Tetap Tunaikan Sholat Jum’at
Di Balik Nasi Bungkus Ada Kebersamaan :  TMMD Ke-128 di Kampung Tanah Rubuh, Tanpa Sekat Tanpa Batas
Bentengi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba, Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Berikan Penyuluhan di SD Inpres 62 Asai
CFD & CFN Bengkalis Digelar, GWN Dorong UMKM Bangkit dan Berdaya Saing
Koarmada III Gelar Kauseri Agama, Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:45 WIB

Resmi Dibuka, Lomba Menembak CFD Bengkalis Gairahkan Semangat Olahraga dan Kebersamaan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:17 WIB

Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Berikan Pengecatan Akhir untuk MCK yang Lebih Indah

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:23 WIB

Pemimpin Siak Turun Langsung ke Masyarakat, Hardiknas Jadi Momentum Dengar Aspirasi Warga

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:29 WIB

Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Bersama Warga Tetap Tunaikan Sholat Jum’at

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:27 WIB

Di Balik Nasi Bungkus Ada Kebersamaan :  TMMD Ke-128 di Kampung Tanah Rubuh, Tanpa Sekat Tanpa Batas

Berita Terbaru