Tokoh Adat Moi Serukan Warga Kota Sorong Jaga Kebersihan, Ancaman Sasi

- Penulis

Rabu, 9 Juli 2025 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kota Sorong, 9 Juli 2025 — Dua tokoh penting masyarakat adat Suku Moi di Kota dan Kabupaten Sorong menyerukan himbauan keras kepada seluruh warga untuk segera menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Adat Suku Moi Kota dan Kabupaten Sorong, Yakobus Doo, serta Ketua Dewan Adat Moi Wilayah Kota Sorong, Bernas Bily, dalam pernyataan mereka kepada awak media pada Rabu sore (9/7/25) .

Dalam penyampaiannya yang penuh keprihatinan, Yakobus Doo menegaskan bahwa masalah sampah di Kota Sorong sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan. Ia menyebut banjir yang kerap terjadi menjadi salah satu dampak langsung dari perilaku masyarakat yang tidak disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sebagai tokoh adat merasa terpanggil. Kota Sorong ini adalah rumah kita bersama. Jangan sampai karena sampah, wajah kota ini rusak dan lingkungan kita tercemar. Dulu orang tua kami hidup tanpa sistem penampungan sampah tapi tetap menjaga alam. Sekarang, banyak yang seenaknya buang sampah, padahal tempat pembuangan sudah disiapkan,” tegas Yakobus.

Yakobus juga menambahkan bahwa ini adalah peringatan pertama yang disampaikan pihak adat kepada masyarakat. Jika pelanggaran terus berlanjut, ia tidak menutup kemungkinan akan diterapkannya sanksi adat bagi pelanggar, terutama di wilayah-wilayah adat dari Kilometer 0 hingga Kilometer 18.

“Kami ini bukan cuma bicara. Kalau perlu kami terapkan tindakan khusus adat. Kami sudah bosan dengan kondisi seperti ini. Jangan sampai karena malas buang sampah pada tempatnya, kita sendiri yang menuai bencana. Mari, dari yang muda sampai yang tua, kita jaga kota ini bersama,” tambahnya.

READ  Kapolri Buka Judo Cup: Tanamkan Nilai Sportivitas hingga Persiapkan SDM Tangguh

Senada dengan itu, Bernas Bily selaku Ketua Dewan Adat Moi Wilayah Kota Sorong juga mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Ia menegaskan bahwa tempat pembuangan telah disediakan oleh dinas terkait, dan seharusnya digunakan secara bijak.

“Sampah itu harus dibuang pada tempatnya. Dinas kebersihan sudah sediakan lokasi-lokasi penampungan. Jangan sembarangan buang di jalan atau selokan. Kalau kita tidak disiplin, kita sendiri yang rugi. Kebersihan kota bukan tanggung jawab pemerintah semata, tapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Bernas juga menekankan bahwa Kota Sorong adalah milik semua orang dari berbagai suku yang hidup berdampingan. Oleh karena itu, menjaga kebersihan bukan hanya tugas satu golongan.

“Kota ini bukan milik satu orang, tapi kita semua. Kalau kita ingin aman, nyaman, dan sehat, mulailah dengan membuang sampah pada tempatnya. Mari kita wujudkan Sorong yang bersih dan asri,” tutupnya.

Pernyataan dua tokoh adat ini menjadi sinyal serius bahwa isu kebersihan bukan lagi hal sepele. Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, perubahan bisa dimulai dari langkah kecil: membuang sampah pada tempatnya. Karena kota ini, adalah milik kita bersama.

(Leo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Kasus Dugaan Penipuan dan/atau Penggelapan KSU Al Kahfi Oleh Polres Jombang Sesuai Prosedur
Sinergitas Pemdes Kuala Alam Bersama Polsek Bengkalis Dalam Menyukseskan Program Ketahanan Pangan.
Lestarikan Warisan Leluhur, Rumah Budaya Kediri Gelar Kirab Paripuja Eyang Dewi Kilisuci
Polres Bojonegoro Amankan Tersangka Pengoplos LPG Subsidi 3 Kg dan Ratusan Tabung Gas
Bareskrim Polri Musnahkan Ribuan Kilogram Bawang Impor Ilegal dari Jalur Tikus Perbatasan Malaysia
Kadensus 88: Perlindungan Anak dan Literasi Digital Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digital
Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, Tawarkan Cara Pandang Baru Membaca Ancaman di Era Digital
BNPT dan Densus 88 Perkuat Kolaborasi Lindungi Generasi Muda di Era Digital
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:04 WIB

Penanganan Kasus Dugaan Penipuan dan/atau Penggelapan KSU Al Kahfi Oleh Polres Jombang Sesuai Prosedur

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:05 WIB

Sinergitas Pemdes Kuala Alam Bersama Polsek Bengkalis Dalam Menyukseskan Program Ketahanan Pangan.

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:00 WIB

Lestarikan Warisan Leluhur, Rumah Budaya Kediri Gelar Kirab Paripuja Eyang Dewi Kilisuci

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:01 WIB

Polres Bojonegoro Amankan Tersangka Pengoplos LPG Subsidi 3 Kg dan Ratusan Tabung Gas

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:58 WIB

Bareskrim Polri Musnahkan Ribuan Kilogram Bawang Impor Ilegal dari Jalur Tikus Perbatasan Malaysia

Berita Terbaru