Suararakyat.info.Sukabumi-Bencana tanah longsor melanda dua lokasi di Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Longsor yang dipicu hujan deras ini menimpa dua unit rumah dan menyebabkan satu korban meninggal dunia serta dua lainnya luka-luka.
Kronologi Kejadian dan Upaya Evakuasi
Tim SAR gabungan melaporkan longsor pertama terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di Kampung Bojonggenteng RT 02 RW 01. Longsor ini menimpa rumah Ibu Yuyu (45) dan menimbun seorang anak bernama Ugi (15 tahun). Beruntungnya, Ugi berhasil dievakuasi dalam kondisi tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bebita Pakuwon untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak berselang lama, sekitar pukul 02.30 WIB, longsor kedua dilaporkan terjadi di Kampung Babakan RT 17 RW 06, menimpa rumah Ibu Ita (51). Dua anak Ibu Ita, yaitu Ibrahim (15 tahun) dan Said (8 tahun), turut tertimbun material longsor. Proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan menemukan Ibrahim dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, Said berhasil dievakuasi namun mengalami sesak napas dan segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis.
Kondisi Korban dan Kerugian Material
Hingga saat ini, Ugi dan Said masih dalam penanganan medis di rumah sakit. Kedua unit rumah yang tertimpa longsor dilaporkan mengalami rusak berat. Tim BPBD Kecamatan Bojonggenteng, yang diwakili oleh Erni, menyatakan bahwa laporan tertulis lengkap mengenai kejadian ini akan segera disampaikan setelah pendataan selesai dilakukan.
Pemerintah Kecamatan Bojonggenteng Mengimbau Warga untuk Tetap Waspada
Menyikapi kejadian ini, Pemerintah Kecamatan Bojonggenteng mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana longsor susulan. Hujan deras yang masih sering mengguyur wilayah ini meningkatkan risiko terjadinya pergerakan tanah.
Khususnya bagi warga yang bermukim di area rawan longsor seperti Kampung Pabangbon Desa Cibodas dan Kampung Bojonggenteng Desa Berkah, diharapkan untuk selalu memantau kondisi lingkungan sekitar. Kenali tanda-tanda awal longsor seperti retakan tanah, pohon miring, atau mata air baru. Jika curah hujan tinggi terus berlangsung atau terlihat tanda-tanda tersebut, segera evakuasi diri ke tempat yang lebih aman.

Pemerintah Kecamatan Bojonggenteng juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan potensi bahaya atau kejadian longsor. Kesadaran dan kesiapsiagaan bersama adalah kunci untuk meminimalisir dampak buruk bencana.
(Yulius)














