Tampil di Panggung PBB, Ketum APINDO Ditunjuk Jadi Co-Chair Business Steering Committee FFD4

- Penulis

Jumat, 4 Juli 2025 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Spanyol – Fourth International Conference on Financing for Development (FFD4) yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Seville, Spanyol, pada 30 Juni – 3 Juli 2025 menandai momen penting dalam sejarah pembangunan global. Untuk pertamakalinya, suara sektor bisnis secara resmi terintegrasi dalam forum kebijakan tingkat tinggi PBB tersebut melalui Business Steering Committee.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta W. Kamdani, dipercaya menjadi Co-Chair Business Steering Committee FFD4, mewakili suara sektor privat dari emerging economies.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Shinta juga menjabat sebagai Co-Chair UN Global Investors for Sustainable Development (GISD) Alliance, aliansi para pimpinan lembaga keuangan dan korporasi global yang dibentuk PBB yang berkomitmen menjembatani kesenjangan pembiayaan pembangunan berkelanjutan.

“FFD4 menjadi forum strategis yang membuka ruang bagi sektor usaha untuk tidak hanya didengar, tetapi ikut membentuk arah kebijakan pembiayaan pembangunan global. Ini memberi kesempatan bagi dunia usaha, khususnya dari negara berkembang, untuk memegang peran vital dalam menjembatani visi keberlanjutan dengan realitas implementasi di lapangan,” ujar Shinta.

FFD4 merupakan forum tingkat tinggi yang mempertemukan kepala negara, lembaga keuangan internasional, sektor privat, dan masyarakat sipil atas solusi pembiayaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Forum ini menjadi momentum penting untuk mendorong reformasi sistem keuangan global yanglebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Selama setahun proses persiapan FFD4, Business Steering Committee telah berhasil merumuskan sebuah Communique, yakni call to action yang mengukuhkan posisi strategis sektor swasta sebagai mitra arsitek ekosistem keuangan berkelanjutan melalui lima fokus utama.

READ  Tekan Biaya Logistik, APINDO – PPLBI Perkuat Peran Pusat Logistik Berikat

Pertama, peningkatan investasi swasta dalam pembangunan berkelanjutan, termasuk dengan mendukung pengembangan pembiayaan campuran (blended finance) serta instrumen dan platform investasi inovatif lainnya.

Kedua, mengupayakan terbukanya peluang investasiberkelanjutan lebih luas melalui kemitraan dengan pemerintah dan mitra pembangunan lainnya, terutama lewat country-led initiatives.

Ketiga, mendorong regulasi pembiayaan berkelanjutan yang efektif.

Keempat, melakukanasesmen regulasi keuangan yang fundamental dalam percepatan kemajuan pembangunanberkelanjutan.

Kelima, perluasan akses pembiayaan untuk pasar dan pelaku usaha yang inklusif. Bagi negara berkembang, implementasi Communique ini berpotensi membuka peluang pembiayaan yang lebih inklusif lewat skema jaminan kredit dan pengurangan risiko, yangkhususnya diharapkan dapat mendukung UMKM yang sering mengalami kesulitan akses modal.

Sebagai bagian dari rangkaian FFD4, Shinta W. Kamdani juga menjadi pembicara utama yang membuka sesi International Business Forum (IBF) yang merupakan bagian penting FFD4, bersama para pemimpin dunia seperti Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

Shinta menekankan pentingnya kontribusi nyata sektor usahadari negara berkembang dalam menciptakan sistem pembiayaan global yang responsif terhadap kebutuhan lokal.

“Emerging economies tidak hanya membutuhkan lebih banyak pembiayaan, tetapi juga struktur pendukung dan kepercayaan agar dana bisa benar-benar sampai ke sektor yang paling membutuhkan. Di sinilah peran strategis blended finance sebagai jembatan nyata antara visiglobal dan pelaksanaan di lapangan,” tandas Shinta.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yakub F Ismail,Di Balik Gencatan: Implikasinya bagi Indonesia
Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP (Board of Peace) Sekarang, Jangan Biarkan Indonesia Dijadikan Alat Legitimasi Penjajahan
Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk adalah Harga Mati bagi Maroko
Finlandia Dukung Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Sahara Maroko
Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP ala Trump, Indonesia Jangan Jadi Kaki Tangan Blok Geopolitik Barat
Aceng Syamsul Hadie: Perjanjian Dagang AS – Indonesia, Stabilitas Tarif atau Menggadaikan Kedaulatan..?!
Budaya Leluhur Bangkit di Pesta Rakyat Kecamatan Pasan Tahun 2026
Menenun Perdamaian Dunia dari Davos: Kepemimpinan Visioner HM Raja Mohammed VI dan Pengesahan Piagam “Board of Peace”
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 01:00 WIB

Yakub F Ismail,Di Balik Gencatan: Implikasinya bagi Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 02:42 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP (Board of Peace) Sekarang, Jangan Biarkan Indonesia Dijadikan Alat Legitimasi Penjajahan

Senin, 2 Maret 2026 - 23:41 WIB

Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk adalah Harga Mati bagi Maroko

Senin, 2 Maret 2026 - 23:37 WIB

Finlandia Dukung Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Sahara Maroko

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:20 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP ala Trump, Indonesia Jangan Jadi Kaki Tangan Blok Geopolitik Barat

Berita Terbaru