Suararakyat.info.Jakarta- Dalam rangka mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua, Kementerian Transmigrasi menyatakan komitmennya untuk memperkuat Program Transmigrasi Lokal sebagai salah satu strategi pengembangan kawasan ekonomi berbasis potensi daerah. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, saat menerima kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dan Bupati Nabire, Mesak Magai, di kantor Kementerian Transmigrasi,kamis (3/7/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Iftitah menyampaikan bahwa transmigrasi bukan lagi dipandang sebagai program pemindahan penduduk semata, tetapi telah berevolusi menjadi instrumen pembangunan kawasan. Melalui pendekatan transmigrasi lokal, pemerintah berupaya membangun pusat-pusat ekonomi baru yang terintegrasi dengan potensi komoditas unggulan daerah.
“Kementerian Transmigrasi mendukung penuh pembangunan di Papua dalam menyejahterakan rakyatnya. Transmigrasi bukan sekadar pemindahan penduduk, melainkan pembangunan pusat ekonomi baru. Kami akan fokus pada pembangunan infrastruktur dasar, ketahanan pangan, serta pemberdayaan masyarakat setempat agar mereka mampu mandiri secara ekonomi,” ujar Iftitah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menambahkan bahwa program transmigrasi lokal akan disesuaikan dengan kearifan lokal dan kebutuhan riil masyarakat, sehingga proses integrasi sosial dan ekonomi dapat berjalan harmonis. Langkah ini sekaligus menjadi upaya pemerintah dalam menjawab tantangan ketimpangan pembangunan antarwilayah dan memperkuat keutuhan NKRI dari wilayah timur.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah pusat, khususnya Kementerian Transmigrasi, dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat di Papua. Ia menekankan pentingnya pendekatan partisipatif agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan.
“Program transmigrasi lokal harus berbasis pada kebutuhan masyarakat. Kami harap ada sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, sehingga program ini tidak hanya berjalan, tapi benar-benar memberi dampak nyata bagi rakyat Papua,” kata Nawipa.
Senada dengan itu, Bupati Nabire, Mesak Magai, juga mengungkapkan bahwa daerahnya siap menjadi pilot project untuk pengembangan kawasan transmigrasi lokal yang terintegrasi dengan pengembangan pertanian, peternakan, dan perikanan sesuai potensi wilayah.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya koordinasi antarpemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T), khususnya di kawasan Papua. Dengan sinergi lintas sektor dan komitmen kuat dari seluruh pihak, diharapkan Papua dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.
(Swd)














