Mengawali Tahun Baru Hijriah, Inilah Doa yang Dianjurkan Umat Muslim di Bulan Muharram

- Penulis

Jumat, 27 Juni 2025 - 05:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta – Bulan Muharram, sebagai bulan pembuka dalam kalender Hijriah, memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Dianggap sebagai salah satu bulan haram (bulan suci), Muharram menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal shaleh, dan memohon keberkahan kepada Allah SWT. Dalam tradisi Islam, ada sejumlah doa yang dianjurkan dibaca selama bulan Muharram, terutama pada hari-hari awal, sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menyambut tahun baru Islam.(27/6/2025)

Menurut para ulama, tidak ada doa yang wajib secara syariat untuk dibaca di bulan Muharram. Namun, terdapat sejumlah doa yang dianjurkan (mustahab), khususnya pada tanggal 1 Muharram, yang bertujuan untuk memohon perlindungan, pengampunan, dan keberkahan dari Allah SWT sepanjang tahun yang akan datang.

Salah satu doa yang paling populer dan diajarkan dalam berbagai kitab klasik seperti Al-Adzkar karya Imam Nawawi dan dalam kitab-kitab doa harian, adalah sebagai berikut:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Doa Awal Tahun (dibaca setelah Maghrib pada malam 1 Muharram):

“Allahumma antal abadiyyul qadim, wa hadza ‘amun jadid, as’aluka fihi al-‘ismata minas syaitan, wal quwwata ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis suu’, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika, ya Dz al-Jalali wal Ikram.”

Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhan yang abadi lagi dahulu, dan ini adalah tahun baru. Maka aku mohon kepada-Mu penjagaan dari setan, kekuatan untuk mengalahkan hawa nafsu yang selalu menyuruh kepada kejahatan, dan kesibukan dalam hal-hal yang mendekatkan diriku kepada-Mu, wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

Selain doa tersebut, umat Islam juga diajarkan untuk memperbanyak istighfar (memohon ampun), membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak puasa sunah, terutama pada hari ke-9 dan 10 Muharram yang dikenal sebagai puasa Tasu’a dan Asyura. Nabi Muhammad SAW sendiri sangat menganjurkan puasa pada tanggal 10 Muharram. Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan:

“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim No. 1162)

READ  Fisabilillah, Golongan yang Berhak Menerima Zakat untuk Perjuangan di Jalan Allah

Bulan Muharram juga menjadi bulan yang istimewa karena peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah dijadikan tonggak awal penanggalan Hijriah. Di samping itu, Muharram adalah bulan yang penuh pelajaran sejarah, seperti kisah Nabi Musa dan Bani Israel diselamatkan dari Fir’aun pada hari Asyura, yang kemudian dijadikan dasar disyariatkannya puasa oleh Rasulullah SAW.

KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) dalam berbagai ceramahnya juga menekankan pentingnya menyambut Muharram dengan memperkuat akhlak dan memperbaiki hubungan dengan sesama, sebagai bentuk tafsir aktual dari ajaran Nabi yang penuh kasih sayang dan pengampunan.

Di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari pesantren hingga masjid-masjid kampung, doa awal Muharram dibacakan berjamaah sebagai bagian dari tradisi menyambut tahun baru Islam. Tidak hanya itu, acara doa bersama, pawai obor, pengajian hingga santunan anak yatim menjadi cerminan bagaimana umat Islam di Nusantara memuliakan bulan ini.

Sebagai catatan, MUI dan para ulama menyarankan agar umat Islam tidak terjebak pada ritual-ritual yang tidak bersumber dari syariat yang sahih. Fokus utama dari bulan Muharram adalah memperbanyak amal shaleh dan membangun kesadaran spiritual untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Kesimpulan: Bulan Muharram bukan sekadar pergantian angka tahun, melainkan momentum spiritual untuk hijrah—berpindah dari gelap menuju terang, dari kesia-siaan menuju kebermaknaan. Membaca doa-doa yang dianjurkan, memperbanyak amal ibadah, serta meneladani perjuangan para nabi dan sahabat, menjadi jalan untuk meraih ridha Ilahi di awal tahun ini.

Referensi:

Shahih Muslim No. 1162
Al-Adzkar karya Imam Nawawi
Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tausiyah Awal Tahun Islam 1447 H

Ceramah KH. Bahauddin Nursalim (Gus Baha), via kanal YouTube Santri Gayeng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muswil I MUI Papua Barat Daya Dipalang Adat, MMP Tuntut Keterlibatan Muslim Asli Papua
Ribuan Warga Sukalarang Sambut 1 Muharram 1448 H dengan Doa dan Cahaya Kebersamaan
Duduk Berdampingan Dengan Abuya Mukhtar Anidzom , Aang Unang Apresiasi Peresmian Gedung Baru MUI
Ketua Fraksi Demokrat Sukabumi Sampaikan Ucapan Selamat Idul Adha 1447 H, Ajak Masyarakat Jaga Kebersamaan
Lepas JCH Kloter 26 SBB, Bupati Asri Arman: Semoga Menjadi Haji yang Mabrur 
Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga
Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga
Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Bersama Warga Tetap Tunaikan Sholat Jum’at
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:44 WIB

Muswil I MUI Papua Barat Daya Dipalang Adat, MMP Tuntut Keterlibatan Muslim Asli Papua

Senin, 15 Juni 2026 - 23:28 WIB

Ribuan Warga Sukalarang Sambut 1 Muharram 1448 H dengan Doa dan Cahaya Kebersamaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:47 WIB

Duduk Berdampingan Dengan Abuya Mukhtar Anidzom , Aang Unang Apresiasi Peresmian Gedung Baru MUI

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:11 WIB

Ketua Fraksi Demokrat Sukabumi Sampaikan Ucapan Selamat Idul Adha 1447 H, Ajak Masyarakat Jaga Kebersamaan

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:12 WIB

Lepas JCH Kloter 26 SBB, Bupati Asri Arman: Semoga Menjadi Haji yang Mabrur 

Berita Terbaru