Suararakyat.info Mandau, – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan oleh Kodim 0303/Bengkalis resmi ditutup dalam sebuah upacara di halaman Kantor Camat Mandau. Penutupan ini menandai berakhirnya 30 hari kerja keras lintas sektor dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan nasional.
Komandan Korem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Sugiyono, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara menyampaikan bahwa TMMD merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada rakyat dan telah memberikan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis atas dukungan penuh sehingga kegiatan ini berjalan sukses.
“Semoga sinergi antara Pemkab Bengkalis, TNI, dan masyarakat semakin kuat dalam membangun Negeri Junjungan,” ujar Brigjen Sugiyono. Ia juga berharap agar kegiatan TMMD dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di masa mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Bengkalis, Kasmarni, dalam sambutannya menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam pembangunan. Ia berharap TMMD dapat memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antara masyarakat dan TNI/Polri.
Sementara itu, Dandim 0303/Bengkalis, Letkol Arh Irvan Nurdin, dalam laporannya menjelaskan capaian TMMD ke-124, termasuk pembangunan fisik berupa peningkatan jalan sepanjang 1.180 meter dengan lebar 5 meter. Selain itu, berbagai kegiatan non-fisik juga telah dilaksanakan seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, penanggulangan stunting, penyuluhan hukum dan kamtibmas, kesehatan, lingkungan, serta bidang perikanan dan peternakan.
Acara penutupan juga diwarnai dengan penyerahan bantuan rumah layak huni, paket sembako untuk anak-anak terdampak stunting dan warga kurang mampu, serta peninjauan bazar pangan murah, layanan pengobatan gratis, dan donor darah.
Upacara ini turut dihadiri oleh pejabat Korem 031/Wira Bima, Forkopimda Bengkalis, jajaran Pemkab Bengkalis, para camat dan lurah, serta tokoh masyarakat setempat.**(Dody Saputra)














